Entah hanya dari perspektif saya ataupun anda.
Saya juga bingung dengan sikap saya pada anda,
atau sikap anda terhadap saya.
Saya telah berupaya menyelami, bersabar, mencoba mengerti bahwa HUMAN IS NEVER BE THE SAME.
Saya menemukan kesulitan dalam mengertikan sikap anda.
Yang selalu membuat saya dan anda selalu berselisih setiap kali berbicara bersama.
Yang selalu membuat saya dan anda selalu tidak sependapat.
Saya dan anda.
Bukan kita.
Saya mohon maafkan saya.
Saya mengikhlaskan kelakuan apapun yang membuat hati saya sedikit berat mendengarkan pembicaraan anda.
Anda adalah orang yang baik.
Mungkin orang bilang sangat baik.
Tapi baik saja tidak cukup untuk menunjukan siapa anda sebenarnya.
Yang orang lain butuhkan adalah kepekaan anda dalam bersikap.
Dalam berbicara.
Saya juga bukan orang yang baik.
Tidak sempurna.
Anda banyak memprotes saya tentang kenapa saya bersikap kurang ramah terhadap anda.
Anda sering bertanya, "Kenapa kita gak pernah bisa baik-baik?"
Saya juga bertanya balik pada diri saya,"Kenapa sikap anda begitu membuat saya bingung harus menghadapinya bagaimana.Manusia macam apa anda?"Apa saya yang salah?"
Anda tidak pernah tau bahwa saya selalu mencari waktu untuk saya dan anda berbicara tentang apa yang selalu terjadi diantara saya dan anda.
Tentang pertengkaran yang sering terjadi.
Demi harga diri saya, saya selalu berusaha menjelaskan apa yang saya rasakan setiap kali berbicara dengan anda.
Tapi saya punya SATU alasan kenapa saya tidak pernah berani mengatakannya.
Saya hanya takut apa yang saya katakan tidak berarti apa-apa di telinga anda, ketika saya mengatakan sesuatu tentang anda,anda akan menyela perkataan saya dengan kata,"Iya..iyaa.." atau pandangan anda kabur entah kemana seperti tidak memperhatikan omongan saya.
Saya tidak butuh perhatian apapun. Tidak pernah saya mengharapkan sesuatu yang baik dari tangan anda. Sebenarnya dari dulu yang ingin saya lakukan adalah berbicara panjang lebar lebih dari 10 kalimat dengan anda. Tapi saya pikir saya sudah menyerah. Karena saya telah mencoba berkali-kali. Mungkin anda juga bosan dengan sikap saya.
Sampai pada akhirnya saya relakan apapun persepsi anda tentang saya. Entah anda mau bilang saya babi, bangsat, orang yang tidak pernah menghargai anda, saya lapangkan dada saya untuk anda. Mungkin seburuk apapun persepsi anda terhadapa saya, dibalik muka saya dan sikap saya yang menurut anda mengesalkan bagi anda,saya tetap menganggap anda kakak saya yang baik.yang telah saya kenal selama setengah dari umur hidup saya. orang yang saya sayangi sebagai saudara dengan ikhlas tanpa harus mengeluh lagi dengan sikap anda. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar