13 Juni 2010

It was only a story

dulu kukenal dia tanpa berhadapan dengan mukanya.
dia yang kutahu hanya lewat dua kata namanya,lantas aku terbius entah oleh apa.
tiba-tiba kujadikan dia obsesi yang tak beralasan yang tak harus kumiliki.
kemana dia yang setiap harinya selalu ingin ku cari.
dia yang selalu kuperhatikan jejak langkahnya, duduknya, cara bicaranya, prinsipnya, diamnya, hidupnya.
dia yang dulu selalu terlintas dalam pikiranku, sekalipun ketika aku sedang berlari menjauh.
dulu, sempat kutangisi dia di suatu puncak,di tengah malam.
membuatku mencaci maki diri sendiri atas apa yang kurasakan.
mungkin orang menyebutnya itu dengan "rasa cinta" tapi aku tak juga berani menyatakannya.
itu tabu di hidupku.
hingga membuatku tersudutkan oleh perasaanku yang tak pasti.
tak ingin mengulangi hal yang sama.
maka aku putuskan untuk meninggalkan cerita klasik itu.
cerita klasik yang orang bilang bertepuk sebelah tangan.
menyakitkan?iya..tapi ya sudahlah.
sakit bukan berarti aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi bukan?
beruntung tak selamanya berada dalam cerita klasik itu.
berusaha membebaskan apa yang menyakitkan diri sendiri dengan menerima keadaan dan berpikir kenyataan.
logika menyelamatkanku,dan perasaan itu luluh lantah entah beterbangan kemana.
yang aku tahu,aku masih bisa menyisakan senyum atas ketegaran ini.
apa aku takut bertemu dengannya?tidak.
aku masih mendoakannya.

Tidak ada komentar: