13 Juni 2010

Hujan di bulan Juni. masih akan aku ingat setelah hari ketujuh itu..

Hujan di bulan Juni
saat itu, aku masih ingat
aku dan mereka saling melempar canda
tawa renyah berisik segar menggoda
rutinitas yang biasa
sekalipun tidak ada lagi yang bisa kami lakukan
diluar rintik hujan di bulan Juni
malam yang berawal dari mega mendung
menyedihkan

Hujan di bulan Juni
penuh kejutan
keceriaan kebahagiaan dan rasa memiliki satu sama lain
ketika jejak hidup telah bertahun tahun terlangkahi
syukurku atas nyawa yang masih bersamaku
dan masih berada diantara mereka

Hujan di bulan Juni
rasanya aku baru saja mengenal mereka
tapi ramahnya dan lembutnya senyuman menyiratkan rindu juga
berteriak di alam bebas
senja kala burung masih mengiang
dan beberapa botol cairan sebentuk darah mereka tumpahkan diatas kepalaku
di hari ketujuh di bulan ini
manisnya kejutan itu, "Selamat ulang tahun."

Hujan di bulan Juni
dingin dibawah gelap dan dedaunan gugur terhentak titik hujan yang menderas
sepi tak ada suara
sendiri dihujam gerimis merayu
itu saja yang aku ingat tiba-tiba malam itu
hingga mereka ucapkan,"Selamat ulang tahun."

Hujan di bulan Juni
ini rasanya ingin aku tak mempedulikan bau badanku
kotor bajuku
lengket rambutku
perih mataku
dingin tubuhku
aku syukuri keberadaanku
jumlah usiaku
dan kebahagiaanku yang mereka ukir dengan kayu manis yang tak nampak

Hujan di bulan Juni
Sujud syukurku atas segala kenikmatan
Engkau berikan kebahagiaan yang terlampau indah
terlalu banyak seperti rintik hujan yang tak terhitung
rasa yang tak ternilai dengan jumlah apapun
terimakasih kalian
terimakasih untuk doa
terimakasih untuk semua pengharapan
terimakasih Tuhan

Hujan di bulan Juni
ini mawar putih, kemudian... aku ingin edelweiss... :) (C)

Tidak ada komentar: