Kesenangan berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Menyegarkanku dan berkata,"Nikmatilah dengan sebaik-baiknya."
Kesusahan berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Membangkitkanku dan berkata,"Kamu pasti bisa."
Keramaian berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Dia berkata," Jagalah dirimu."
Kesepian berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Berbisik dan berkata,"Kamu tidak sendirian."
Keberhasilan berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Mengingatkanku dan berkata,"Bersyukurlah kamu."
Kegagalan berbicara dengan bijak di pikiran ku.
Menguatkan aku dan berkata, "Tetaplah berjalan."
Masa lalu berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Berpesan dan berkata,"Terus tataplah ke depan jalan hidupmu."
Waktu berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Menyiratkan perkataan,"Gunakan aku dengan sebaik-baiknya."
Mimpi berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Lantas berkata,"Kejarlah mimpimu."
Tuhan berbicara dengan bijak dalam pikiranku.
Dia berkata,"Semua yang telah Ku tetapkan adalah jalan terbaik untukmu."
Citra
20 April 2010
negeri ini milik bersama, bukan hanya milik mereka, karena tanpa kami, tidak ada mereka.
cahaya itu semakin redup
dimana jalan yang baik untuk kami?
baiklah.
mungkin sekarang kami hidup di dunia gelap
yang isinya adalah orang-orang yang dibutakan oleh harta tahta dan martabat
padahal matanya jelas terbelalak
telinganya jelas terbuka lebar untuk mendengar
mulutnya jelas lentur untuk bertutur kata
tangannya jelas berfungsi dengan baik
kakinya jelas berjalan dengan sempurna
tapi ternyata hatinya telah tertutup debu kekuasaan
tolong kami yang bernaung dibawah mereka yang membesarkan hartanya yang sudah besar
yang mengatasnamakan kami untuk duduk di tahtanya
yang menjadikan kami sebagai alibi untuk menaikan martabatnya
yang memakai nama kami untuk pelicin kekuasaannya
kemana kebenaran itu kabur dari tikus-tikus got yang menggerogoti pundi-pundi masa depan kami dengan seenaknya?
adakah kejelasan makna atas apa yang mereka sebut pembelaan terhadap kami?
kami hanya kaum lemah yang tak bisa bersuara banyak
kami hanya kaum dibawah mereka yang harus bermodalkan api membara untuk menyatakan perasaan kami
negeri ini milik bersama
bukan hanya milik mereka
karena tanpa kami, tidak ada mereka.
Citra
dimana jalan yang baik untuk kami?
baiklah.
mungkin sekarang kami hidup di dunia gelap
yang isinya adalah orang-orang yang dibutakan oleh harta tahta dan martabat
padahal matanya jelas terbelalak
telinganya jelas terbuka lebar untuk mendengar
mulutnya jelas lentur untuk bertutur kata
tangannya jelas berfungsi dengan baik
kakinya jelas berjalan dengan sempurna
tapi ternyata hatinya telah tertutup debu kekuasaan
tolong kami yang bernaung dibawah mereka yang membesarkan hartanya yang sudah besar
yang mengatasnamakan kami untuk duduk di tahtanya
yang menjadikan kami sebagai alibi untuk menaikan martabatnya
yang memakai nama kami untuk pelicin kekuasaannya
kemana kebenaran itu kabur dari tikus-tikus got yang menggerogoti pundi-pundi masa depan kami dengan seenaknya?
adakah kejelasan makna atas apa yang mereka sebut pembelaan terhadap kami?
kami hanya kaum lemah yang tak bisa bersuara banyak
kami hanya kaum dibawah mereka yang harus bermodalkan api membara untuk menyatakan perasaan kami
negeri ini milik bersama
bukan hanya milik mereka
karena tanpa kami, tidak ada mereka.
Citra
untitled
Saatnya bermain main dengan khayalan.
takan membiarkan secarik kertas ini bersih dari kata-kata.
meskipun tak berseni.
setidaknya ini beremosi.
mendekatkan bayang-bayang didepan mata.
rasakan hawanya.
nafas kedamaian malam.
rasakan nikmatnya.
imaji yang menyentuh.
takan membiarkan secarik kertas ini bersih dari kata-kata.
meskipun tak berseni.
setidaknya ini beremosi.
mendekatkan bayang-bayang didepan mata.
rasakan hawanya.
nafas kedamaian malam.
rasakan nikmatnya.
imaji yang menyentuh.
...hidup terbatas. tapi aku ingin terjun bebas...
sudut ini semakin gelap.
imajinasi hanya mampu bersinergi dengan malam.
entah apapun pikiran orang.
tentang hidup, kesetiaan,khayalan,cinta,sampai pengkhianatan.
aku terus merangkai mimpi.
menyatukan satu persatu sinyal Tuhan layaknya puzzle yang bertebaran dimana-mana.
menyusun kepingan kecil hingga besar, terkumpul, terangkai dan terwujud.
tinggi rendahnya ritme kehidupan ini,
rasanya aku tak mau peduli.
ada jalan yang harus kutempuh hingga ujungnya.
dan menapaki satu persatu sungai jernih bahkan tebing curam.
sungguh aku ingin tak mempedulikannya.
karena mimpi mengalirkan takdirku.
yang telah Tuhan rangkai sebegitu menariknya.
bertahan dan terus berjalan.
beriringan dengan bisikan Tuhan yang menentukan tiap langkahnya.
hidup terbatas.
tapi aku ingin terjun bebas.
merangkai mimpi menjadi kenyataan-kenyataan menyenangkan.
tenggelam.
dan merangkai mimpi lagi.
terendam.
dan tetap merangkai mimpi.
terkurung.
dan masih merangkai mimpi.
hingga terkapar.
dan masih merangkai mimpi.
hidup penuh mimpi.
apa patut disalahkan?
Citra
imajinasi hanya mampu bersinergi dengan malam.
entah apapun pikiran orang.
tentang hidup, kesetiaan,khayalan,cinta,s
aku terus merangkai mimpi.
menyatukan satu persatu sinyal Tuhan layaknya puzzle yang bertebaran dimana-mana.
menyusun kepingan kecil hingga besar, terkumpul, terangkai dan terwujud.
tinggi rendahnya ritme kehidupan ini,
rasanya aku tak mau peduli.
ada jalan yang harus kutempuh hingga ujungnya.
dan menapaki satu persatu sungai jernih bahkan tebing curam.
sungguh aku ingin tak mempedulikannya.
karena mimpi mengalirkan takdirku.
yang telah Tuhan rangkai sebegitu menariknya.
bertahan dan terus berjalan.
beriringan dengan bisikan Tuhan yang menentukan tiap langkahnya.
hidup terbatas.
tapi aku ingin terjun bebas.
merangkai mimpi menjadi kenyataan-kenyataan menyenangkan.
tenggelam.
dan merangkai mimpi lagi.
terendam.
dan tetap merangkai mimpi.
terkurung.
dan masih merangkai mimpi.
hingga terkapar.
dan masih merangkai mimpi.
hidup penuh mimpi.
apa patut disalahkan?
Citra
.in.som.nia.
Tenggelam dalam dekapan malam.
Udara yang kejam.
Langit yang hitam.
Bayangan yang mulai suram.
Kesadaran yang hampir karam.
Seluruh perasaan yang tertanam,
dan emosi jiwa yang tak ingin teredam.
Tapi mulut terlanjur bungkam.
Dan aku masih terjaga dari mimpi-mimpi kelam.
Sampai cahaya memudar, dan padam.
Citra
Udara yang kejam.
Langit yang hitam.
Bayangan yang mulai suram.
Kesadaran yang hampir karam.
Seluruh perasaan yang tertanam,
dan emosi jiwa yang tak ingin teredam.
Tapi mulut terlanjur bungkam.
Dan aku masih terjaga dari mimpi-mimpi kelam.
Sampai cahaya memudar, dan padam.
Citra
FAKE is FUCK!
Saya benci ketika saya harus hidup berpura-pura.
Tidak menjadi diri saya yang apa adanya.
dan memikirkan tuntutan-tuntutan orang yang sebenarnya saya tidak suka.
Ini saya.
Dengan segala hak paten yang telah saya punya.
Ini hidup saya.
Yang punya aturan dan batasan sendiri.
Tanpa ada yang harus mereka ubah lagi dengan diri saya.
Siapapun.
Biarlah saya menjadi diri saya sendiri.
Kalaupun suatu saat saya berubah atau harus berubah,
saya akan berubah dengan sendirinya tanpa harus ada yang mengotak-atik dari belakang,
karena diri saya sendiri dan bukan karena tuntutan orang lain.
'Orang yang tidak menerima orang lain apa adanya sama dengan pengecut.'
GREAT!
Lebih baik saya hidup diantara orang yang tidak saya kenal, daripada hidup diantara orang yang tidak menerima saya apa adanya....
Citra
Tidak menjadi diri saya yang apa adanya.
dan memikirkan tuntutan-tuntutan orang yang sebenarnya saya tidak suka.
Ini saya.
Dengan segala hak paten yang telah saya punya.
Ini hidup saya.
Yang punya aturan dan batasan sendiri.
Tanpa ada yang harus mereka ubah lagi dengan diri saya.
Siapapun.
Biarlah saya menjadi diri saya sendiri.
Kalaupun suatu saat saya berubah atau harus berubah,
saya akan berubah dengan sendirinya tanpa harus ada yang mengotak-atik dari belakang,
karena diri saya sendiri dan bukan karena tuntutan orang lain.
'Orang yang tidak menerima orang lain apa adanya sama dengan pengecut.'
GREAT!
Lebih baik saya hidup diantara orang yang tidak saya kenal, daripada hidup diantara orang yang tidak menerima saya apa adanya....
Citra
Senangnya berteman dengan malam
Senangnya berteman dengan malam
dikala tak ada lagi hal lain yang bisa mengusik perasaan ingin sendiri
membebaskan khayalan lurus jauh menembus angin malam
menciptakan satu keindahan
Bayang-bayang menari-nari diatas imaji abstrak
yang mungkin memang sulit terdefinisi
karena arti hidup manusia yang bermuara pada banyak sisi
sehingga nafas yang menjadi harta paling berharga pun seringkali terabaikan
Berdiam dirilah aku dibawah nyanyian malam yang mendamaikan
habiskan malam ini tanpa ada beban
menunggu ketenangan yang membuatku terjaga
"bermainlah anginnya dalam mimpiku. berkatalah dengan lembut, selamat malam.."
dikala tak ada lagi hal lain yang bisa mengusik perasaan ingin sendiri
membebaskan khayalan lurus jauh menembus angin malam
menciptakan satu keindahan
Bayang-bayang menari-nari diatas imaji abstrak
yang mungkin memang sulit terdefinisi
karena arti hidup manusia yang bermuara pada banyak sisi
sehingga nafas yang menjadi harta paling berharga pun seringkali terabaikan
Berdiam dirilah aku dibawah nyanyian malam yang mendamaikan
habiskan malam ini tanpa ada beban
menunggu ketenangan yang membuatku terjaga
"bermainlah anginnya dalam mimpiku. berkatalah dengan lembut, selamat malam.."
Mencari alasan, untuk apa aku menguatkan hati.
Jahatnya ketika ego mulai mengalahkan kesabaran.
Kelicikan yang melindas logika,
dan kepercayaan.
Aku berusaha keras untuk itu.
Untuk menahan godaan amarah yang hampir menghancurkan perasaan.
Menguatkan hati.
Sambil mencari alasan,
untuk apa aku menguatkan hati.
Kelicikan yang melindas logika,
dan kepercayaan.
Aku berusaha keras untuk itu.
Untuk menahan godaan amarah yang hampir menghancurkan perasaan.
Menguatkan hati.
Sambil mencari alasan,
untuk apa aku menguatkan hati.
My RdEO.
Rasa menyayangi yang amat besar membuat saya beruntung memiliki anda,
pria terhebat setelah ayah saya yang saya miliki.
Pria tangguh dengan hatinya yang baik.
Sangat baik.
Maka saya akan menjadi orang yang tidak akan membiarkan anda terluka,
meskipun anda mengingkarinya.
Tidak akan membiarkan anda terlihat menyedihkan,
meskipun anda masih bisa tersenyum.
Tidak akan membiarkan anda kecewa,
meskipun anda hanya bisa tertawa menghadapinya.
Tidak akan membiarkan anda terhina,
meskipun anda menerimanya.
Tidak akan membiarkan anda terjatuh,
meskipun anda bisa bangkit lagi setelahnya.
Akan menjadi peri kecil pelindung anda semampu apapun saya.
Akan menjadi orang yang selalu membela anda apapun keadaannya.
Dan tidak akan meninggalkan anda sampai kapanpun,
meskipun terkadang kita merentang jarak yang terlalu jauh untuk saling mengenggam dan menguatkan.
Citra WUlandary Yunisha
Untuk pria yang selalu saya sayangi RdEO. :)
pria terhebat setelah ayah saya yang saya miliki.
Pria tangguh dengan hatinya yang baik.
Sangat baik.
Maka saya akan menjadi orang yang tidak akan membiarkan anda terluka,
meskipun anda mengingkarinya.
Tidak akan membiarkan anda terlihat menyedihkan,
meskipun anda masih bisa tersenyum.
Tidak akan membiarkan anda kecewa,
meskipun anda hanya bisa tertawa menghadapinya.
Tidak akan membiarkan anda terhina,
meskipun anda menerimanya.
Tidak akan membiarkan anda terjatuh,
meskipun anda bisa bangkit lagi setelahnya.
Akan menjadi peri kecil pelindung anda semampu apapun saya.
Akan menjadi orang yang selalu membela anda apapun keadaannya.
Dan tidak akan meninggalkan anda sampai kapanpun,
meskipun terkadang kita merentang jarak yang terlalu jauh untuk saling mengenggam dan menguatkan.
Citra WUlandary Yunisha
Untuk pria yang selalu saya sayangi RdEO. :)
Mencari benang merah dari pertengkaran emosi batin .
Rapuhnya emosi saya seketika.
Sedang sulitnya menyeimbangkan logika dan perasaan.
Saya mohon jangan biarkan hal itu berkelahi di pikiran saya.
Saya sedang membutuhkan hawa ketenangan.
Berharap tak ada yang mengusik saya malam ini.
Karena pikiran saya sedang melayang keberbagai hal,
mencari benang merah dari pertengkaran emosi batin saya.
Saya mohon diamlah berbagai suara disekitar saya.
Saya ingin diam.
Tak mau bicara apapun.
Sedang sulitnya menyeimbangkan logika dan perasaan.
Saya mohon jangan biarkan hal itu berkelahi di pikiran saya.
Saya sedang membutuhkan hawa ketenangan.
Berharap tak ada yang mengusik saya malam ini.
Karena pikiran saya sedang melayang keberbagai hal,
mencari benang merah dari pertengkaran emosi batin saya.
Saya mohon diamlah berbagai suara disekitar saya.
Saya ingin diam.
Tak mau bicara apapun.
Senangnya bernyanyi dengan alam...
Senangnya bersinergi dengan alam.
Malam hari.
Disaat semuanya tak ada lagi.
Menghilang tak bernyawa tapi tak mati.
Tak bising.
Senangnya merasakan udara alam.
Meskipun tak setenang dulu.
Meskipun tak sebaik dulu.
Setidaknya aku masih merasa senang.
Senangnya berdiri memandang alam.
Menyapu perasaan gelisah yang tak beralasan.
Mendekatkan dengan Yang Menciptakan.
Merindukan kenikmatan kesendirian yang tak pernah tergantikan.
Senangnya bernyanyi dengan alam.
Apapun tema kehidupan.
Bagaimanapun ritme kehidupan.
Dan berapapun baris bar nada yang akan dimainkan.
Mainkanlah sampai selesai.
Citra Wulandary Yunisha
Malam hari.
Disaat semuanya tak ada lagi.
Menghilang tak bernyawa tapi tak mati.
Tak bising.
Senangnya merasakan udara alam.
Meskipun tak setenang dulu.
Meskipun tak sebaik dulu.
Setidaknya aku masih merasa senang.
Senangnya berdiri memandang alam.
Menyapu perasaan gelisah yang tak beralasan.
Mendekatkan dengan Yang Menciptakan.
Merindukan kenikmatan kesendirian yang tak pernah tergantikan.
Senangnya bernyanyi dengan alam.
Apapun tema kehidupan.
Bagaimanapun ritme kehidupan.
Dan berapapun baris bar nada yang akan dimainkan.
Mainkanlah sampai selesai.
Citra Wulandary Yunisha
Merangkai Malam Menjadi Damai. Semoga.
Disini .
Cuma ada suara jangkring .
Anjing menggonggong .
Lampu jalan .
Gemercik air .
Kegelapan yang misterius .
Dan perasaan yang belum juga bisa terungkapkan .
Aku dan mereka .
Merangkai malam menjadi damai .
Semoga .
Citra Wulandary Yunisha
Cuma ada suara jangkring .
Anjing menggonggong .
Lampu jalan .
Gemercik air .
Kegelapan yang misterius .
Dan perasaan yang belum juga bisa terungkapkan .
Aku dan mereka .
Merangkai malam menjadi damai .
Semoga .
Citra Wulandary Yunisha
Berusaha berpihak pada logika, meski terlihat jahat.
Bebaskan aku.
Dari tekanan, kedinginan, dan kekosongan akal yang membuatku tak bisa berfikir.
Apa nafas ini berhembus lebih banyak,
apa jantung ini berdetak lebih cepat,
apa emosi ini lebih banyak mengalir deras seperti ombak mengalahkan karang.
Bebaskan aku.
Dari ketidakadilan yang mampu melumpuhkan perasaanku.
Akal sehat,
dan berpihak pada logika yang terlihat jahat.
Mungkin ada yang tidak menginginkannya,
disaat itu terbaca sangat kasar dimatanya.
Karena sekarang,
Ketakutanku berakar satu lagi.
Ketika suatu saat aku tak bisa lagi membela apa yang telah kuyakini.
Memang tak ada yang tau sebesar apa hati kecil ini berteriak.
Tak ada yang mempertanyakan,
tak ada yang mempedulikan,
tak ada juga yang membutuhkannya.
Maka jangan tuntut aku apapun.
Tak akan ada yang bisa mengerti apa-apa tentang kemarahan seperti ini.
Jangan tuntut aku apapun,
karena suatu saat aku bisa pergi.
Citra Wulandary Yunisha
Dari tekanan, kedinginan, dan kekosongan akal yang membuatku tak bisa berfikir.
Apa nafas ini berhembus lebih banyak,
apa jantung ini berdetak lebih cepat,
apa emosi ini lebih banyak mengalir deras seperti ombak mengalahkan karang.
Bebaskan aku.
Dari ketidakadilan yang mampu melumpuhkan perasaanku.
Akal sehat,
dan berpihak pada logika yang terlihat jahat.
Mungkin ada yang tidak menginginkannya,
disaat itu terbaca sangat kasar dimatanya.
Karena sekarang,
Ketakutanku berakar satu lagi.
Ketika suatu saat aku tak bisa lagi membela apa yang telah kuyakini.
Memang tak ada yang tau sebesar apa hati kecil ini berteriak.
Tak ada yang mempertanyakan,
tak ada yang mempedulikan,
tak ada juga yang membutuhkannya.
Maka jangan tuntut aku apapun.
Tak akan ada yang bisa mengerti apa-apa tentang kemarahan seperti ini.
Jangan tuntut aku apapun,
karena suatu saat aku bisa pergi.
Citra Wulandary Yunisha
Lamunan malam .
berfikirlah .
ketika tidak ada lagi yang dapat ku lakukan .
berfikir selagi bernafas .
Ketika tak terlintas apapun dalam otak ku ,
enyahlah dari sekumpulan kertas bisu .
Menunggu mata lelah .
Mengatup.
dan menyambut mimpi .
Bangunkan aku esok hari Tuhan !
Dengan sinar mentariMu yang energinya membangkitkan tidurku .
dan berharap semuanya akan baik-baik saja .
Citra Wulandary Yunisha
ketika tidak ada lagi yang dapat ku lakukan .
berfikir selagi bernafas .
Ketika tak terlintas apapun dalam otak ku ,
enyahlah dari sekumpulan kertas bisu .
Menunggu mata lelah .
Mengatup.
dan menyambut mimpi .
Bangunkan aku esok hari Tuhan !
Dengan sinar mentariMu yang energinya membangkitkan tidurku .
dan berharap semuanya akan baik-baik saja .
Citra Wulandary Yunisha
Bersinergi dengan angin malam yang menyakitkan itu menyenangkan .
Bisakah kamu bayangkan ?
Kamu akan tahu seberapa kuat aku dari sudut lemahku .
Tapi bukan dari rapuhnya mataku saat lelah dan
bukan dari lambatnya langkahku saat bosan .
Aku hanya ingin bersinergi dengan angin malam yang memalaskan .
Mencoba mempertahankan yang nyaris patah karena keegoisanku .
Berdiri dan memaksakan diri untuk terus berjalan .
Inilah aku yang berada disudut kegelapan .
Masih tertawa diatas tekanan .
Tersenyum diatas kesendirian .
Terbangun disaat semua sedang bermain dengan mimpinya .
Hanya bisa bersandar pada doa-doa yang kubisikan pada Tuhan .
Menyatukan fikiran dan perasaan yang berlawanan .
Menyeimbangkan batin yang tak pernah berhenti berperang .
Dan aku hanya ingin tenang .
Ternyata,
tenggelam dalam dunia sendiri itu,
menyenangkan .
Citra Wulandary Yunisha
Kamu akan tahu seberapa kuat aku dari sudut lemahku .
Tapi bukan dari rapuhnya mataku saat lelah dan
bukan dari lambatnya langkahku saat bosan .
Aku hanya ingin bersinergi dengan angin malam yang memalaskan .
Mencoba mempertahankan yang nyaris patah karena keegoisanku .
Berdiri dan memaksakan diri untuk terus berjalan .
Inilah aku yang berada disudut kegelapan .
Masih tertawa diatas tekanan .
Tersenyum diatas kesendirian .
Terbangun disaat semua sedang bermain dengan mimpinya .
Hanya bisa bersandar pada doa-doa yang kubisikan pada Tuhan .
Menyatukan fikiran dan perasaan yang berlawanan .
Menyeimbangkan batin yang tak pernah berhenti berperang .
Dan aku hanya ingin tenang .
Ternyata,
tenggelam dalam dunia sendiri itu,
menyenangkan .
Citra Wulandary Yunisha
Langganan:
Postingan (Atom)