06 Januari 2010

... dan hujan itu menjadi saksi bisu ...

... dan hujan itu menjadi saksi bisu ,
aku dan kamu .
Tak peduli nantinya hujan akan membasahi kita .
Meskipun langit menangis ,
tapi aku tersenyum dibawahnya .

Lambat laun ,
aku mengerti arti pelukan terakhir itu .
Ada rindu yang tak terbendung lagi .
Saat kutemukan mata kamu dihadapanku .

Masih banyak waktu untuk kita .
Untuk menapaki jalan yang lebih baik .
Merangkai kisah yang lebih indah .
Meskipun hanya kita yang tau ,
tak mengapa .
Asalkan ada kamu ,
di sisiku .
Itu sudah cukup .
Dan hujan itu ,
Tetap menjadi saksi bisu .
Hingga aku menghilang dari hadapanmu ,
menutup senja ini .



in the name of Hzl .

Ketika jalan ini terasa sulit untuk kita. .

Ada hal yg tak pernah tersentuh logika .
Sengaja ku rahasiakan karena terlalu sulit ku jelaskan.
Lagipula kamu sendiri tak pernah mempertanyakan,
Tentang menyayangimu dgn tulus tanpa kamu tau itu .
Mengikhlaskan kamu bersama org lain tanpa membebanimu .
Dan betapa bahagianya melihat senyum di wajahmu .


Sekeras apapun hati ini teriak ,
kamu tak kan pernah tau ,
aku susah payah menahan perasaan ini .
Meski kadang terlalu sakit untuk ku ingat ,
bahwa mungkin terlalu sulit jalan untuk kita .
Selalu berakhir dilema .
Kapan akan berakhir ?

Biarkan Malam Yang Bercerita

:)

Ini persembahanku .
Untuk malam yang selalu gelap walau berbintang .
Karena malam itu tetaplah kelam .
Malam yang menyimpan cerita yang selalu ingin kudengar .
Mereka bercerita tentang udara dingin ,
kunang-kunang yang bercahaya diantara kegelapan ,
daun putri malu yang perlahan mengkerut ,
anjing hutan yang meraung ,
manusia yang tertidur dalam lelahnya ,
atau malah mereka yang mulai menyambung hidup diatas sulitnya mencoba bertahan .

Dibalik bisikan malamnya ,
akan ada hati yang melayang dengan banyaknya perasaan .
Suka, duka, kasih sayang, kegelisahan, kerinduan, dan juga tangisan .
Mereka mengiringi detikan waktu .
Kehidupan .

Iya .
Inilah kehidupan .
Dan malam menyimpan banyak cerita yang selalu ingin kudengar .
lantas ,
bercerita apa dia malam ini ?

Tak Usah Ada Kamu

Ada sesak yang makin terasa .
Ada luka yang mungkin tak kan terobati .
Apapun yang kau beri telah jadi percuma .
Sakitnya membius nadi kesadaranku .
Enyahkan tingkah baikku .
Musnahkan perasaan ingin memiliki yang dulu bersarang di hatiku .

Jahatnya keangkuhanmu ,
membakar mimpi yang pernah ada untukmu .
Membunuh harapan yang dulu bergejolak dalam bathinku .
Ego itu , jadikan semua binasa dalam hidupku .

Enyahlah .
Hitam semua kini ,
dan aku hanya ingin lepas darimu .
Aku hanya ingin tak ada kamu .
Tak usah ada .

Karena kamu . .

. . . dan biarkan aku berfikir sejenak .
Tentang kekhawatiran apa yang aku tangkap ketika melihatmu kembali .
Resah itu ,
sekarang nyata terlihat di ucapanmu .

Jika saja wajahmu itu mampu kusentuh ,
matamu itu mampu ku lihat lebih dekat .
Aku akan berada tak jauh darimu .

Hanya ini yang bisa ku janjikan ,
berbagilah suka dukamu denganku .
Karena hingga malam yang gelapnya makin kelam ini,
aku masih mencoba mengerti perasaanmu .
dari jauh .
Aku tetap bertahan .
Hanya karena kamu .
Karena kamu .




in the name of Hzl .

Tak peduli seberapa banyak rintik hujannya,aku hanya ingin diam diluar sana . .

Anganku mengambang .
Meretas bayang yang sulit ku sentuh .
Jika pun hujan ini tak mau berhenti .
Aku ingin diam saja diluar sana .
Merasakan titik-titik air yang membasuh sepi ku .
Tak peduli seberapa banyak rintiknya .
Tapi langit kali ini ,
menghujan
atau menangis ?

Ketika ego adalah lawannya .

..........................
......

apa aku tak boleh teriak ?
ketika harimau mencakar-cakar seluruh tubuh ku .
apa aku hanya boleh diam ?
ketika ada sengatan lebah yang racunnya menjalar sampai ke otak ku .
sakit .

FUCK !

semua perasaan teracuni amarah .
ketenangan terbius gelisah .
kesabaran terhalang ego .
kacaukan semuanya .

tapi,
kenapa aku tak juga boleh bicara ?

DAMN !

Akan ada waktu nya nanti, disaat aku terganti atau aku kembali .

Mungkin memang harus belajar mengalah dengan keadaan .
Bersabar .
Mengerti .
Dan menerima apa yang ada .

Perasaan itu ,
aku tau .
Tapi aku tak berani menyentuhnya .
Karena aku bukan dia .

Percayalah ,
Akan ada waktu nya nanti .
Disaat aku terganti,
atau mungkin aku kembali .
Percaya saja .

Takdir memang tak memihak . sudahlah .

Aku lelah .
Selalu bermimpi tentang masa lalu yang sebenarnya tak pasti .
Lalu malam ini ,
aku putuskan ,
lepaskan diri dari semuanya .
Dari perasaan yang terus memenjarakan jiwa ini .
Bodoh !
Kenapa selalu berharap ke belakang ?
Bodoh !
Kenapa selalu memikirkan hal yang teramat sulit kujangkau ?
Bodoh !
Kenapa terlalu mudah menyerahkan hati ini ?
Yasudah .
Mungkin aku harus pergi dari kehidupan yang terlalu menyesatkan bathinku .
karena kamu .
karena perasaan ini yang selalu ada kamu .
Ya,
Takdir memang tak memihak .
sudahlah .

Kamu adalah hal indah yang aku ingat malam ini ...

kamu adalah hal indah yang aku ingat malam ini .
Bukan langit dengan bintangnya .
Bukan juga laut dengan pantainya .
Tapi kamu dengan hangatnya tanganmu yang tak pernah ingin kulepas .
Dimana kamu ?
Aku mencarimu disini ,
ditiap malam yang dingin dan hampir membunuh aliran darahku .
Aku hanya mampu berdiri ,
dengan kerinduan .
dengan tangan kosong .
Karena jika pun aku berlari meraihmu,
kamu berjarak puluhan kilometer jauhnya dariku .
Sadarkah kamu ?

Sentuh tanganku sedikit saja ,
atau biarkan ku rebahkan diriku sejenak
setidaknya tenangkan keangkuhanku di pundakmu .
Berbagi kemarahan .
berbagi kesepian .
Karena sekarang yang aku lihat,
hanya langit kosong .





in the name of Hzl .

"Telingaku tak mampu lagi mendengar kemunafikan.Itu sudah terlalu lelah diperbincangkan..."

Apa ada hal yang disembunyikan dibelakangku selama ini ?
Rasanya beban dibenakku bertambah berat .
Tapi aku hanya bisa menutup telinga .
Karena lelah mendengar ocehan tak penting yang berusaha menutupi semuanya .
Baik .
Jika memang sudah tak pantas aku mengetahuinya ?
Kenapa tak kau perlakukan aku seperti anjing yang dengan mudah ditendang pergi ?
Tak perlu berbasa-basi .
Tak perlu berkelakuan seperti semuanya berjalan baik-baik saja .
jelaskan semuanya ,
atau biarkan aku menjauh .

Definisikan arti kalimat, "Semuanya akan baik-baik saja. Tak usah fikirkan itu. "
Bukankah hanya kalimat pembius kekesalan dan peredam kebingungan ?
Bukan itu yang aku mau !
Coba definisikan !
agar aku tak berlarut-larut muak dalam keadaan serba tersudutkan seperti anak bawang bodoh.
Telingaku tak mampu lagi mendengar kemunafikan .
Itu sudah terlalu lelah diperbincangkan .
Karena aku hanya butuh KEJUJURAN .

Mencoba menyentuh mimpi itu, maka tenangkan aku . .

T'lah kucoba pejamkan mata .
Mencoba tenang .
Mulai berdiam diri dan tak bergerak .
Tapi aku ,
masih saja belum bisa menyentuh mimpi itu .
Yang di dalamnya ,
ternyata hanya ada kamu .

Tolong tenangkan aku .
Disaat segala hal lain memusingkanku .
Disaat irama kehidupan mulai tak beraturan .
Disaat hanya ada lamunan berjelaga .

Sekali lagi,
tolong tenangkan aku .
Walau hanya kecupan di kening yang terkadang mengerut ,
itu sudah lebih dari cukup .
Agar aku ,
bisa tertidur .
Pulas .

B.I.S.U

ketika ada rasa yang tak tersentuh logika,
aku murung dalam diam .
ketika ada keangkuhan yang sulit terpecahkan,
aku murung dalam diam .
ketika etika terkalahkan perasaan,
aku berfikir, murung, dan diam .
ketika ada perasaan yang sulit terdefinisikan,
aku lagi-lagi murung, dalam diam .

dalam bisu .
ku bertahan melawan kekuatan logika dan perasaan yang berkelahi dalam benakku .
sehebat apakah kamu sebenarnya ?
yang bisa menumbuhkan perasaan yang teramat sulit ku bayangkan, dan yang tak terkalahkan oleh logikaku .

ketika kenyataan bukan mimpi yang kubayangkan,
aku murung dan lagi-lagi terdiam .
dan mengagumi mu,
lewat kebisuan .
Mungkin bukan takdirnya aku memilikimu .
Tapi aku berusaha menyerap apa yang ada dalam dirimu .
Jiwa yang sulit terjabarkan ,
hati yang sebenarnya kesepian ,
dan memahami tiap jengkal hidupmu .
Mungkin dengan cara inilah ,
Aku bisa menyayangimu dengan tulus .
Tanpa mau kau sentuh akalku .
Tanpa mau kau tahu isi hatiku .
Maka hati ini,
terlalu pandai jika hanya diperintah untuk
tetap membisu .

Mencoba menyayangi rasa yang perlahan tumbuh , karena kamu .

Ketika aku berada jauh dari kamu ,
Kenapa hampa yang aku bawa saat pergi melepas langkahku bersamamu .
Meskipun tak sempat kulihat sayup matamu yang terlihat mengharapkanku ,
Meski tak sempat menggenggam sedikit jemari tanganmu ,
Meski tak sempat ku ucapkan janji akan baik-baik saja ,
Meski tak sempat aku MENDENGAR kau mengatakan HATI-HATI DAN CEPAT KEMBALI ,
Meski tak sempat aku melihat mukamu yang mencoba ikhlas membiarkan aku pergi melangkah meretas jarak yang jauh darimu ,
Aku ingin kamu tau satu hal .
Disini ,
aku merindukanmu .
Sekeras apapun sifatku .
Disini ,
aku merasa membutuhkanmu dekat denganku .
Seangkuh apapun jiwaku .
Mencoba menyayangi rasa yang perlahan tumbuh ,
karena kamu .

Jelaskan apa yang tidak saya mengerti ...

Tolong jelaskan Tuhan .
Apa yang sedang berkecamuk dalam hati ini .
Apa yang sedang tersirat dalam otak yang kadang tak terjamah logika .
Tentang perasaan ,
tentang keadaan .

Sekarang jarak jelas terbentang .
Jauh .
Dan saatnya mulai merasakan rindu yang tiap detiknya makin membesar .
Kerinduan yang artinya belum juga bisa kumengerti .
Perasaan yang begitu cepat .
Tapi mampu meluluh lantahkan keangkuhanku .
Perasaan yang sulit terungkap .
Hanya jika kau tau ,
lelahnya berada jauh .
Jauh dari senyum itu .

Bungkam dari segala perasaan ...

Terlalu bahagia aku melihat senyummu .
Sampai aku hilang kesadaran .
Ada apa dengan kita ?
Seperti terbentang jurang panjang yang tak bisa mempersatukan hati kita .
Atau ada hal lain,
antara aku dan kamu,
yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata ?
Itulah alasannya kenapa aku memilih bungkam .
Bungkam dari segala perasaan .
Karena terlalu takut kehilangan sosok kamu di depan mataku .
Karena terlalu takut jatuh .
Jatuh cinta .

Bersama cahaya lilin, diujung koridor itu aku mencoba melupakan apa yang ingin kulupakan...

Melepaskannya, berarti melepaskan mimpi-mimpi bodoh selama ini .
Dan aku ingin terbebas dari itu .
Dari tekanan yang menyurutkanku untuk menerima kenyataan yang pahit .
Pahit .
Tapi lebih baik begitu .
Lebih baik melepaskan diri dari kenyataan yang pahit ,
daripada hidup berpura-pura dan lari dari kenyataan .

Satu cahaya lilin yang tak kuabaikan ada di depanku,
terduduk diujung koridor saat itu,
memejamkan mata,
terdiam sejenak .
dan aku berharap melupakan kenyataan pahit yang hampir membunuh mata bathin ku .
Dalam hati kunyatakan perasaanku pada Tuhan .
Kenapa harus aku yang menangis tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang menunggu tanpa arti ?
kenapa harus aku yang berharap tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang berkorban tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang bermimpi tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang menyakiti diriku sendiri ?

Waktu memudarkan segalanya .
Seperti api ini memudarkan lilinnya .
Aku tau .
Selalu waktu yang bisa menyembuhkan sakit ini .
Kesakitan yang tak pernah terlihat .
Kenapa harus aku ?
iya , kenapa ?

Baiklah,
memang ini jalanku .
Tuhan tau yang terbaik untukku...