Terimakasih kepada mereka yang mendermakan penghargaan
yang mencintai seni dan tulisan
yang menjadi inspirasi di setiap goresan
kaulah sebenarnya yang menghidupkan
sehingga sebuah karya menjadi bernyawa...
aku hanya berbagi emosi dengan merangkai alfabet menjadi kata
merangkai kata menjadi kalimat
merangkai kalimat menjadi paragraf
merangkai makna yang tak terencana...
ini persembahanku dari banyak suka cita yang terwujud,
dari suka duka yang terlewati,
sedu sedan yang tak tertahan,
rasa hati yang tak tercurah lisan,
hingga hampanya jiwa yang kelelahan...
berbagai doa aku panjatkan
berbagai harapan aku tumbuhkan
berbagai keceriaan aku sampaikan
berbagai pujian aku katakan
berbagai cacian aku keluarkan
berbagai kekesalan aku keluhkan
berbagai kemarahan aku lampiaskan
berbagai pesan aku siratkan
maka tenanglah aku... (C)
14 Juli 2010
wanita, ini ada surat untukmu. dari lelaki.
Wahai wanita,
demi bintang dan bulan yang selalu setia berpasangan
aku bahagia kau ada dan mengisi setiap jengkal di hidupku
sang wanita,
engkaulah yang lelaki butuhkan meskipun terkadang aku memunafikan diriku sendiri
wanita,
tak banyak yang ingin aku ceritakan
aku hanya lelaki yang mencarimu untuk waktu yang tepat sehingga kita nantinya bisa hidup bersama
aku lelah mencari wanita yang tak pasti
atau perasaanku sendiri yang tak pasti
wanita, tahukah kamu..
sesungguhnya aku mulai belajar mengertikanmu
sehingga lain waktu kau tidak merasa aku sakiti lagi
padahal tak pernah aku berucap janji
sungguh,
aku mulai merasa jenuh dengan tingkah lakuku sendiri
wanita,
aku ingin kau percaya
cukup sekedar percaya
bahwa bukan maksudku bermain hati
dulu mungkin aku sekedar mengikuti arah emosi
tapi belum tentu aku bisa memiliki
wanita,
aku bukannya menyerah kepada keadaan
tapi keadaan menyerahkanku pada kesadaran
bahwa nantinya wanita tak boleh kupermainkan
wanita,
halusnya perasaanmu..
maafkan aku jika lakuku meresahkanmu
tentang bahasaku yang terkadang kau tangkap salah
sungguh bukan maksudku menyakitimu
wanita,
kemarilah aku tak mau sendiri
aku ingin rasa yang pasti
aku tak mau banyak wanita lagi
aku hanya ingin ada satu hati
sehingga nantinya kita bisa seperti bintang dan bulan yang selalu setia berpasangan
kuharap...
(C)
untuk lelaki, ini ada surat untukmu. dari wanita.
demi bintang dan bulan yang selalu setia berpasangan
aku bahagia kau ada dan mengisi setiap jengkal di hidupku
sang wanita,
engkaulah yang lelaki butuhkan meskipun terkadang aku memunafikan diriku sendiri
wanita,
tak banyak yang ingin aku ceritakan
aku hanya lelaki yang mencarimu untuk waktu yang tepat sehingga kita nantinya bisa hidup bersama
aku lelah mencari wanita yang tak pasti
atau perasaanku sendiri yang tak pasti
wanita, tahukah kamu..
sesungguhnya aku mulai belajar mengertikanmu
sehingga lain waktu kau tidak merasa aku sakiti lagi
padahal tak pernah aku berucap janji
sungguh,
aku mulai merasa jenuh dengan tingkah lakuku sendiri
wanita,
aku ingin kau percaya
cukup sekedar percaya
bahwa bukan maksudku bermain hati
dulu mungkin aku sekedar mengikuti arah emosi
tapi belum tentu aku bisa memiliki
wanita,
aku bukannya menyerah kepada keadaan
tapi keadaan menyerahkanku pada kesadaran
bahwa nantinya wanita tak boleh kupermainkan
wanita,
halusnya perasaanmu..
maafkan aku jika lakuku meresahkanmu
tentang bahasaku yang terkadang kau tangkap salah
sungguh bukan maksudku menyakitimu
wanita,
kemarilah aku tak mau sendiri
aku ingin rasa yang pasti
aku tak mau banyak wanita lagi
aku hanya ingin ada satu hati
sehingga nantinya kita bisa seperti bintang dan bulan yang selalu setia berpasangan
kuharap...
(C)
untuk lelaki, ini ada surat untukmu. dari wanita.
Dia terlihat menyedihkan diantara lampu-lampu jalan dan kendaraan yang meretas jalan ibu kota...
De,
sedang apa kamu di trotoar simpang tengah kota?
kamu sendirian,
tak beralas kaki.
ini sudah malam,
udara mulai dingin.
De,
terlihat menyedihkankah kamu diantara lampu-lampu jalan dan kendaraan yang meretas jalan ibu kota?
kamu kotor,
bajumu rusak.
ini sudah malam,
tidakkah kamu belajar?
De,
sudah makankah kamu?
dimana rumahmu?
apakah harus kamu dan kamoceng itu yang hidup dijalanan?
De,
ibumu dimana?
ayahmu dimana?
kenapa harus kamu yang mengais rezeki dijalanan?
tidakkah kamu takut kejahatan?
De,
matamu sayu,
badanmu kurus kering.
tahankah kamu dengan penderitaan itu?
sabarkah kamu untuk hidup kekurangan?
De,
kuatkan hatimu
kuatkan tubuhmu
aku mendoakanmu
dalam padatnya keramaian dan gelapnya langit malam
dalam kecilnya kuasa manusia dan besarnya kuasa Tuhan
(C)
sedang apa kamu di trotoar simpang tengah kota?
kamu sendirian,
tak beralas kaki.
ini sudah malam,
udara mulai dingin.
De,
terlihat menyedihkankah kamu diantara lampu-lampu jalan dan kendaraan yang meretas jalan ibu kota?
kamu kotor,
bajumu rusak.
ini sudah malam,
tidakkah kamu belajar?
De,
sudah makankah kamu?
dimana rumahmu?
apakah harus kamu dan kamoceng itu yang hidup dijalanan?
De,
ibumu dimana?
ayahmu dimana?
kenapa harus kamu yang mengais rezeki dijalanan?
tidakkah kamu takut kejahatan?
De,
matamu sayu,
badanmu kurus kering.
tahankah kamu dengan penderitaan itu?
sabarkah kamu untuk hidup kekurangan?
De,
kuatkan hatimu
kuatkan tubuhmu
aku mendoakanmu
dalam padatnya keramaian dan gelapnya langit malam
dalam kecilnya kuasa manusia dan besarnya kuasa Tuhan
(C)
Dialog dua hati
"Aaah.kini aku diantara tiga hati."
"Sekarang aku diantara satu hati."
"Aku ingin satu hati."
"Aku hanya ada satu hati."
"tapi hatiku terbagi tiga."
"Aku tetap pada satu hati."
"Haha. Madu tiga."
"Yaah. Hatiku tak kan termadu."
"Aku ingin dia, tapi dia miliknya."
"Aku tak menginginkannya dan dia bukan milik siapapun."
"Aku harus merebutnya."
"Aku harus mengikhlaskannya."
"Aku diantara tiga pilihan. Bersama dia, dia, atau dia."
Aku diantara dua pilihan. Menunggunya atau melupakannya."
"Hidup itu pilihan."
"Hidup itu pilihan."
(C)
"Sekarang aku diantara satu hati."
"Aku ingin satu hati."
"Aku hanya ada satu hati."
"tapi hatiku terbagi tiga."
"Aku tetap pada satu hati."
"Haha. Madu tiga."
"Yaah. Hatiku tak kan termadu."
"Aku ingin dia, tapi dia miliknya."
"Aku tak menginginkannya dan dia bukan milik siapapun."
"Aku harus merebutnya."
"Aku harus mengikhlaskannya."
"Aku diantara tiga pilihan. Bersama dia, dia, atau dia."
Aku diantara dua pilihan. Menunggunya atau melupakannya."
"Hidup itu pilihan."
"Hidup itu pilihan."
(C)
Sajak "U" saat hujan .
sore kelabu
air hujan menderu-deru
petir di langit sedang menggebu
angin beradu
bunga mawar yang layu
anak kecil menari-nari di jalan tersorot lampu
dia bilang rindu
pada ayah yang telah jauh
kakek tua di trotoar
meneduh mata sayu
keluarga yang belum juga membakar kayu menjadi abu
kelaparan karena genting dan hujan beradu nafsu
mereka ketakutan lalu,
ibu berdoa "Semoga Tuhan melindungi keluargaku"
sore ini sungguh haru biru
Tuhan, lindungilah juga aku,
mereka dan kamu..
(C)
air hujan menderu-deru
petir di langit sedang menggebu
angin beradu
bunga mawar yang layu
anak kecil menari-nari di jalan tersorot lampu
dia bilang rindu
pada ayah yang telah jauh
kakek tua di trotoar
meneduh mata sayu
keluarga yang belum juga membakar kayu menjadi abu
kelaparan karena genting dan hujan beradu nafsu
mereka ketakutan lalu,
ibu berdoa "Semoga Tuhan melindungi keluargaku"
sore ini sungguh haru biru
Tuhan, lindungilah juga aku,
mereka dan kamu..
(C)
aku dan kamu tak kan pernah tau rasa apa ini sebenarnya, jika aku dan kamu tak memulainya...
aku hanya tertarik pada malam yang mengisahkan tentang banyak hal yang bisa kuceritakan tanpa kamu sadari
bukan bintang yang menari
bukan jangkrik berpadu suara
bukan hujan yang deras
bukan udara yang dingin
bukan juga tentang anginnya yang membelai alam sadarku
aku hanya ingin melukis dalamnya matamu dalam kalimat yang tak kan pernah kau tau
biarkan aku mengagumimu dibawah kemunafikan perasaanku
hal yang mungkin tak tersentuh emosimu
atau mungkin kita memang beremosi untuk ini?
aku dan kamu tak kan pernah tau rasa apa ini sebenarnya
jika aku dan kamu tak memulainya(C)
bukan bintang yang menari
bukan jangkrik berpadu suara
bukan hujan yang deras
bukan udara yang dingin
bukan juga tentang anginnya yang membelai alam sadarku
aku hanya ingin melukis dalamnya matamu dalam kalimat yang tak kan pernah kau tau
biarkan aku mengagumimu dibawah kemunafikan perasaanku
hal yang mungkin tak tersentuh emosimu
atau mungkin kita memang beremosi untuk ini?
aku dan kamu tak kan pernah tau rasa apa ini sebenarnya
jika aku dan kamu tak memulainya(C)
Kisah dengan kata "Kenapa?"
.....
"Bagus."
"Kamu suka?"
"Apa?"
"Iya, kamu suka ini?"
"Suka."
"Ambil-lah."
"Untukku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena ketika aku membuatnya, aku terus mengingatmu. Maka dari itu ini milikmu."
"Milikku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena karya itu seluruhnya adalah dirimu."
"Diriku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena kamu yang menginspirasiku."
"Aku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Entahlah."
"Kenapa?"
"Karena aku belum bisa menyentuh hatimu."
"Maksudmu?"
"Aku akan menjawabmu jika aku dapat menyentuh hatimu, karena disitulah letak jawabannya."
".........."
"Bagus."
"Kamu suka?"
"Apa?"
"Iya, kamu suka ini?"
"Suka."
"Ambil-lah."
"Untukku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena ketika aku membuatnya, aku terus mengingatmu. Maka dari itu ini milikmu."
"Milikku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena karya itu seluruhnya adalah dirimu."
"Diriku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Karena kamu yang menginspirasiku."
"Aku?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Entahlah."
"Kenapa?"
"Karena aku belum bisa menyentuh hatimu."
"Maksudmu?"
"Aku akan menjawabmu jika aku dapat menyentuh hatimu, karena disitulah letak jawabannya."
".........."
aku tau, ini akan menjadi kalimat yang.... klise.
... dan kebenaran yang telah lama terpendam masih tersimpan di peti mati hatiku. Kebenaran itu masih mati suri, dan baru sekali ini memburuku...
jika kamu ada dihadapanku malam ini, tolong acuhkan aku, aku hanya ingin berbicara pada angin malam yang entah akan membawa kisah ini kemana..
...............................................
Kamu,
akhir-akhir ini aku bersikeras mempelajari perasaan apa yang berkecamuk di benakku. Aku harap akan ada muara yang pasti yang bisa membawa semua rasa ini hingga aku tau bahwa tidak akan ada apa-apa yang akan mengikat akalku pada bayangmu.
Hei!
waktu tidak berhenti! Dia terus berjalan tak peduli aku sakit atau kamu sakit. Tak peduli ada hujan es, panas bumi yang sangat menyengat, terik mentari, badai tornado atau hal apapun yang buruk. Tak peduli malaikat sedang tersenyum, manusia yang berbahagia, cinta yang menceriakan orang-orang atau hal apapun yang baik. Dan... -___- waktupun belum dapat mengalirkan rasaku ke muara yang lebih jelas dan luas, tapi aku malah makin tersesat diantara wujudmu,bayanganmu,suaramu,dan matamu yang tak bisa kulenyapkan dari ingatanku.
kamu,
Malam ini hujan. Melihat matamu yang terpajang jelas didepanku cukup menghiburku :) Taukah kamu, namamu terukir rapi di otakku. Meskipun kau kadang terlalu naif. Tapi aku senang kamu ada didepanku sekarang. Pernahkah terbersit dalam pikiranmu tentang apa yang kupikirkan? tidak? yasudahlah. Mungkin memang ini perbedaan antara kamu dan aku. Ketika bertemu, otakmu masih dipenuhi pikiran akan banyak hal diluar sana yang menarik perhatianmu. Sedangkan aku, hanya memikirkan satu nama dari pemilik sepasang mata tajam namun lembut. Jangan tanya aku siapa karena dia dekat sekali denganku sekarang.
Kamu,
tak pernah aku bermaksud mengganggumu dengan perasaanku yang masih sulit kudefinisikan. Sulit karena satu hal yang malu aku ungkapkan. Agar kamu tau, rasa ini penuh simpati, lembut, peduli, dan bahkan cemas sekali-kali. Tapi selalu ingat setiap hari.
jangan senyum-senyum menggoda!
kamu tak tau tersiksanya aku melawan perasaan ini, perasaan yang berkata,"Aku rindu.."
Kamu,
sungguh aku tak berani bilang cinta. jangan tertawakan aku! Maafkan aku. Aku mungkin egois. Mungkin juga salah kira karena wanita sering salah mengartikan bahasa pria. Aku hanya ingin jujur, dan itu alasan yang klise bukan?
Kamu,
aku hanya ingin mengutarakan ini saja. Aku pikir akan lebih baik jika ada kamu saat seperti ini. Memang semuanya klise. Se-klise aku bilang,"Aku merindukanmu dan mulai menyayangimu tanpa perlu aku sadarkan kamu."
Angin malam,
terimakasih telah mendengarkan aku.
Kamu,
Sekarang apa yang akan kita lakukan? (C)
jika kamu ada dihadapanku malam ini, tolong acuhkan aku, aku hanya ingin berbicara pada angin malam yang entah akan membawa kisah ini kemana..
..........................
Kamu,
akhir-akhir ini aku bersikeras mempelajari perasaan apa yang berkecamuk di benakku. Aku harap akan ada muara yang pasti yang bisa membawa semua rasa ini hingga aku tau bahwa tidak akan ada apa-apa yang akan mengikat akalku pada bayangmu.
Hei!
waktu tidak berhenti! Dia terus berjalan tak peduli aku sakit atau kamu sakit. Tak peduli ada hujan es, panas bumi yang sangat menyengat, terik mentari, badai tornado atau hal apapun yang buruk. Tak peduli malaikat sedang tersenyum, manusia yang berbahagia, cinta yang menceriakan orang-orang atau hal apapun yang baik. Dan... -___- waktupun belum dapat mengalirkan rasaku ke muara yang lebih jelas dan luas, tapi aku malah makin tersesat diantara wujudmu,bayanganmu,suaramu
kamu,
Malam ini hujan. Melihat matamu yang terpajang jelas didepanku cukup menghiburku :) Taukah kamu, namamu terukir rapi di otakku. Meskipun kau kadang terlalu naif. Tapi aku senang kamu ada didepanku sekarang. Pernahkah terbersit dalam pikiranmu tentang apa yang kupikirkan? tidak? yasudahlah. Mungkin memang ini perbedaan antara kamu dan aku. Ketika bertemu, otakmu masih dipenuhi pikiran akan banyak hal diluar sana yang menarik perhatianmu. Sedangkan aku, hanya memikirkan satu nama dari pemilik sepasang mata tajam namun lembut. Jangan tanya aku siapa karena dia dekat sekali denganku sekarang.
Kamu,
tak pernah aku bermaksud mengganggumu dengan perasaanku yang masih sulit kudefinisikan. Sulit karena satu hal yang malu aku ungkapkan. Agar kamu tau, rasa ini penuh simpati, lembut, peduli, dan bahkan cemas sekali-kali. Tapi selalu ingat setiap hari.
jangan senyum-senyum menggoda!
kamu tak tau tersiksanya aku melawan perasaan ini, perasaan yang berkata,"Aku rindu.."
Kamu,
sungguh aku tak berani bilang cinta. jangan tertawakan aku! Maafkan aku. Aku mungkin egois. Mungkin juga salah kira karena wanita sering salah mengartikan bahasa pria. Aku hanya ingin jujur, dan itu alasan yang klise bukan?
Kamu,
aku hanya ingin mengutarakan ini saja. Aku pikir akan lebih baik jika ada kamu saat seperti ini. Memang semuanya klise. Se-klise aku bilang,"Aku merindukanmu dan mulai menyayangimu tanpa perlu aku sadarkan kamu."
Angin malam,
terimakasih telah mendengarkan aku.
Kamu,
Sekarang apa yang akan kita lakukan? (C)
Tuhan, aku rindu kebebasan, udara alam luar...
Tuhan,
aku rindu kebebasan
udara alam luar
angin liar membelai rambut
bulir embun di pagi hari
wangi melati dan mawar yang bersemi
terik mentari berenergi
bahkan panasnya bumi
rintik hujan yang terdengar klasik
romansa hawa dingin
senja yang menguning
lampu jalanan, kuning, hijau, merah, putih, jingga, berkilat-kilat
senyum bulan sabit
terangnya ketika purnama
kerling bintang-bintang sehabis hujan
aku rindu diantara itu.
Tuhan, aku rindu.(C)
aku rindu kebebasan
udara alam luar
angin liar membelai rambut
bulir embun di pagi hari
wangi melati dan mawar yang bersemi
terik mentari berenergi
bahkan panasnya bumi
rintik hujan yang terdengar klasik
romansa hawa dingin
senja yang menguning
lampu jalanan, kuning, hijau, merah, putih, jingga, berkilat-kilat
senyum bulan sabit
terangnya ketika purnama
kerling bintang-bintang sehabis hujan
aku rindu diantara itu.
Tuhan, aku rindu.(C)
Lelaki, ini ada surat untukmu. dari wanita.
Wahai lelaki,aku bersuka cita atas penciptaanmu
Lelaki, kau menyempurnakan akalku disaat emosi lebih menguasaiku
Ketahuilah bahwa aku, wanita, ingin engkau, lelaki, melengkapi setiap jengkal kosong hidupku
Kau juga berfikir sama bukan?
Maka dari itu mari kita saling melengkapi
Lelaki, ketahuilah bahwa wanita akan rapuh meskipun kami bilang kami kuat.
Wanita akan jatuh ketika kamu pergi dengan pengkhianatan dan kesakitan tanpa ucapan selamat tinggal,
tapi wanita akan bangkit ketika menemukanmu bahagia kemudian.
Lelaki, wanita akan bersedih ketika kau berpaling dari keberadaanku,
tapi wanita akan bangkit ketika tau kau menemukan hal yang lebih baik daripada bersamaku.
lelaki, wanita akan menundukan kepala ketika merindukanmu,
tapi akan tegak kembali ketika aku tau kamu baik-baik saja.
Lelaki, wanita akan mengerutkan kening ketika kau tak menyadari aku ada,
tapi aku akan baik-baik saja ketika melihat tawa diwajahmu.
Lelaki, wanita akan menangis ketika kamu menangis,
tapi akan kembali menjadi baik ketika tau ada yang memelukmu saat itu juga, meskipun bukan aku.
Lelaki, wanita akan merasa sakit ketika kamu kesakitan,
tapi akan baik-baik saja ketika mendengar kau bilang, "Aku akan baik-baik saja."
Lelaki, wanita akan sangat menyesal ketika kau tak ada,
tapi akan baik-baik saja ketika mendoakan kebaikan untukmu.
Wahai lelaki, maafkanlah jika wanita seringkali salah mengartikan gerak bahasamu.
Wahai lelaki, aku, wanita, lemah dan kuat pada waktu yang bersamaan saat kau menyakiti aku bahkan meninggalkan aku.
Aku akan tetap tegak berdiri, wahai lelaki,
karena sesungguhnya wanita tak mau terlihat lemah (lagi) dihadapanmu. (C)
Lelaki, kau menyempurnakan akalku disaat emosi lebih menguasaiku
Ketahuilah bahwa aku, wanita, ingin engkau, lelaki, melengkapi setiap jengkal kosong hidupku
Kau juga berfikir sama bukan?
Maka dari itu mari kita saling melengkapi
Lelaki, ketahuilah bahwa wanita akan rapuh meskipun kami bilang kami kuat.
Wanita akan jatuh ketika kamu pergi dengan pengkhianatan dan kesakitan tanpa ucapan selamat tinggal,
tapi wanita akan bangkit ketika menemukanmu bahagia kemudian.
Lelaki, wanita akan bersedih ketika kau berpaling dari keberadaanku,
tapi wanita akan bangkit ketika tau kau menemukan hal yang lebih baik daripada bersamaku.
lelaki, wanita akan menundukan kepala ketika merindukanmu,
tapi akan tegak kembali ketika aku tau kamu baik-baik saja.
Lelaki, wanita akan mengerutkan kening ketika kau tak menyadari aku ada,
tapi aku akan baik-baik saja ketika melihat tawa diwajahmu.
Lelaki, wanita akan menangis ketika kamu menangis,
tapi akan kembali menjadi baik ketika tau ada yang memelukmu saat itu juga, meskipun bukan aku.
Lelaki, wanita akan merasa sakit ketika kamu kesakitan,
tapi akan baik-baik saja ketika mendengar kau bilang, "Aku akan baik-baik saja."
Lelaki, wanita akan sangat menyesal ketika kau tak ada,
tapi akan baik-baik saja ketika mendoakan kebaikan untukmu.
Wahai lelaki, maafkanlah jika wanita seringkali salah mengartikan gerak bahasamu.
Wahai lelaki, aku, wanita, lemah dan kuat pada waktu yang bersamaan saat kau menyakiti aku bahkan meninggalkan aku.
Aku akan tetap tegak berdiri, wahai lelaki,
karena sesungguhnya wanita tak mau terlihat lemah (lagi) dihadapanmu. (C)
Air Mata Sang Lebah
Ini
Air mata sang lebah
Lebah melambai-lambai
Sayu sayap sayu
Air mata sang lebah
Meronta-ronta
Terkadang sakit menohok
Tak bisa terbangpun sang lebah merana
Air mata sang lebah
Yang mereka bilang itu lebai
Tangis berlebihan
Padahal nanti juga selesai
Air mata sang lebah
Merasa lelah
Menyaksikan dirinya kaku tidak terbang
Merasa iri
Menyaksikan kawanan lain sampai di ekor awan sana
Ini
Air mata sang lebah
Sang lebah yang sedang lemah (C)
Air mata sang lebah
Lebah melambai-lambai
Sayu sayap sayu
Air mata sang lebah
Meronta-ronta
Terkadang sakit menohok
Tak bisa terbangpun sang lebah merana
Air mata sang lebah
Yang mereka bilang itu lebai
Tangis berlebihan
Padahal nanti juga selesai
Air mata sang lebah
Merasa lelah
Menyaksikan dirinya kaku tidak terbang
Merasa iri
Menyaksikan kawanan lain sampai di ekor awan sana
Ini
Air mata sang lebah
Sang lebah yang sedang lemah (C)
Tuan, sebersit kisah kau tinggalkan untuk kuceritakan
Tuan,
Rasanya engkau jauh sekali tuan
Hilanglah wujudmu dari pelupuk mataku sejak lusa lalu terbenam
Tuan,
Engkau tak antarkan apa-apa padaku
Hanya sekali dan air mataku kita berucap
Selebihnya kau diam dan aku diam
Sungguh, kau tak antarkan apa-apa
Hanya suka cita yang ku rahasiakan
Tuan,
Begitu gamblangnya kutunjukan lemahku, burukku, rapuhku
Dan kau masih mau mengusap air mataku
Tuan,
berdiri dimanakah engkau sekarang?
Bersama wanita mana engkau hari ini?
Bahagiakah engkau?
Kuharap, tuan
Tuan,
Tak mampu aku memintamu menyentuh rasaku
Rasamu terlalu sulit ku rengkuh
Langkahmu terlalu luas
matamu cukup tajam
Aku tak kuasa mendekat
Tuan,
Aku merindukanmu(C)
Rasanya engkau jauh sekali tuan
Hilanglah wujudmu dari pelupuk mataku sejak lusa lalu terbenam
Tuan,
Engkau tak antarkan apa-apa padaku
Hanya sekali dan air mataku kita berucap
Selebihnya kau diam dan aku diam
Sungguh, kau tak antarkan apa-apa
Hanya suka cita yang ku rahasiakan
Tuan,
Begitu gamblangnya kutunjukan lemahku, burukku, rapuhku
Dan kau masih mau mengusap air mataku
Tuan,
berdiri dimanakah engkau sekarang?
Bersama wanita mana engkau hari ini?
Bahagiakah engkau?
Kuharap, tuan
Tuan,
Tak mampu aku memintamu menyentuh rasaku
Rasamu terlalu sulit ku rengkuh
Langkahmu terlalu luas
matamu cukup tajam
Aku tak kuasa mendekat
Tuan,
Aku merindukanmu(C)
Apa di awan ada kehidupan?
Pukul dua siang
Ada awan menggumpal banyak dilangit luar
Apa disana ada kehidupan?
Putri, apa kau disana?
Apa disana bisa bernafas lebih ringan?
Apa tidur disana lebih nyaman?
Putri, bawa aku kesana untuk beberapa hari
Ingat. Hanya beberapa hari
Karena bunda pasti akan merindukan ku
Seperti aku merindukan bunda
Dengan segala kenyamanannya (c)
Ada awan menggumpal banyak dilangit luar
Apa disana ada kehidupan?
Putri, apa kau disana?
Apa disana bisa bernafas lebih ringan?
Apa tidur disana lebih nyaman?
Putri, bawa aku kesana untuk beberapa hari
Ingat. Hanya beberapa hari
Karena bunda pasti akan merindukan ku
Seperti aku merindukan bunda
Dengan segala kenyamanannya (c)
Langganan:
Postingan (Atom)