16 Februari 2010

Dia menari-nari ditengah kehidupan malam, tapi bukan wanita jalang. .

Dari kejauhan dia menembus lampu-lampu malam tengah kota .
Tenang dalam keramaian .
Bisu dalam keributan kehidupan malam .
Seperti dia memiliki dunianya sendiri .
Acuh tak acuh .

Kakinya menapaki langkah renta hingga menepi .
Terdiam dan terduduk .
Lunglai .
Lalu menggelar tikar biru lusuhnya .
Badan nya menari-nari tanpa irama dengan mata sayu .
Wajah keriput .
Baju hijau bernoda .
Dan tak ada harta berharga dibawanya .
Lantas menarilah dia dalam kebisuan ,
hingga tempat tidur malam ini disiapkan sedemikian rapi .

Menari-nari .
Terdiam .
Dan tiba-tiba menyentak .
Lalu tak acuhkan orang sekelilingnya lagi .
Lantas dia menikmati *lagi* dunianya sendiri yang dia bangun tanpa seorangpun peduli .

Tertawa dalam malam .
Menari-nari dalam malam .
Teriak dalam malam .
Menangis dalam malam .
Termenung dalam malam .
Tertidur ditepian trotoar malam .
Dan aku merenungkan itu saja hingga sulit terlelap .
Siapa orang lain yang peduli ?

Hidup ini telah tertata rapih oleh Tuhan .

Hujan ini menyempurnakan malam yang lebih gelap dari biasanya .
Dan aku terlindung dari itu semua .
Entah apa yang orang fikirkan diluar sana .
Mungkin tentang kebutuhannya, keluarganya,dan kehidupannya .
Mereka dengan jalan hidup yang berbeda-beda .
Berada dalam takdirnya .

Kekuatan Tuhan membiaskan apa yang mereka lakukan .
Tertawa , menangis , terdiam , amarah , kebohongan , kesesatan , pembelaan, bahkan kasih sayang .
Hidup yang telah tertata rapih oleh Tuhan .
Dan tak ada satupun orang yang tau ,
jalan yang Tuhan tetapkan .
Mencoba mengerti arti impian-impian yang terangkai ,
Membaca arti tingkah yang tersirat ,
Memahami jatuh bangun nya kehidupan ,
mungkin akan lebih baik daripada meratapi apa yang terjadi .
Buang waktu .

Sebenarnya bukan kebohongan itu kebenaran yang kau kira . . .

Bukan itu .
Sebenarnya bukan kebohongan itu kebenaran yang kau kira .
Karena ,
Aku masih menyimpan emosi yang kau tanggalkan sesaat setelah kau ku tinggalkan .
Karena pertanyaan dibenakku menyesatkanku .
Tentang sikapmu .
Sifatmu .
Egomu .
Angkuhmu .
Terkadang itu melemahkan detak jantungku .

Kurangkai kebohongan,
untuk mencoba merelakanmu pergi jika memang dia yang kau pilih .
Percuma dengan arti kata cinta,
karna semua telah terlambat .
Bahkan hingga kini,
aku masih meraba keyakinan atas jalan yang kupilih .

Biarlah kau bilang apa .
Berkata cacian .
Ataupun nantinya memaki-maki atas apa yang kuputuskan .
Kurasa sekarang percuma .
Terlalu banyak hal yang tak terbenahi .
Hingga ku akhiri dengan begini .
Biarlah .
Tutup saja semua ini.
Berakhir .
Sampai disini .





Citra Wulandary Yunisha .
dedicated for 'her' .

12 Tepat .

Gelap .
Cuma kunang-kunang,
dan mulai terkalahkan lampu kota .
Tak ada .
Tak ada yang bisa mendengar lagi,
dan suarapun mulai mengecil .
Suara lembut .
Suara yang lebih senang di dengar,
di dengar Tuhan .
Iya .
Hanya Tuhan yang tahu .
Suara, apapun .
Sekalipun teriakan sesak,
yang tertahan .
Tertahan , di rongga hati .











Citra Wulandary Yunisha

Mati Rasa !

:(





. . . . . . . . . . . . . .







Speechless .
The worry is come .
Worry about anything .








Terlalu banyak .
Rasanya .
Terlalu rumit .
Jadinya,
Mati rasa .








Citra Wulandary Yunisha

Tangan Tuhan itu yang selalu disebut IBU. .

Dia adalah perempuan yang sangat baik .
Tapi terbiasa diberi kesenangan lalu caci maki lelaki tua dengan amarah tinggi .
Dia menjadi perempuan yang cukup baik .
Lalu dikhianati teman baik nya .
Dia lalu menjadi perempuan yang baik .
Kemudian dikhianati lelaki yang dicintainya .

Berkali - kali .
Jatuh lagi .
Merangkak .
Berdiri .
Dan kemudian jatuh lagi .

Hidupnya memang masih singkat .
Tapi tak sesingkat luka batin yang dia tabung sejak dulu .
Entah kenapa ,
selalu dengan sendirinya tertabung dalam ingatan nya .
Yang lama-lama terpendam dan bisa gila .

Dalam sujud nya di tiap lima waktu
dan malam-malam yang tak pernah diharapkan nya ,
hanya tangan Tuhan yang dia harapkan .
Menyentuh luka batin yang sewaktu-waktu memanas,
tapi bisa juga mendingin,
dan memanas lagi .
Menyembuhkan rasa kesakitan tanpa darah yang mulai menjalar ke otak .
Menghilangkan ingatan tentang cacian busuk dan bedebah,
tanpa membuatnya hilang ingatan .
Melukis (lagi) senyuman di wajah perempuan itu tanpa ada beban yang tertumpuk terlalu dalam .

Tangan Tuhan itu yang kemudian selalu dia sebut Ibu . . .










Citra Wulandary Yunisha

Catatan ke sekian kalinya...

Jalan yang kulihat skarang gelap .
Padahal banyak cerita yang tersirat .
Terbungkam dengan lampu-lampu kota yang mereka bilang bintang daratan .

Rintik-rintik hujan diluar,
membayang-bayang tanda-tanda kehidupan yang entah apa maknanya .
Yang ku tau hanya , setiap hujan pasti akan merasa
kedinginan .

Aku masih saja melamunkan hal yang seringkali sama .
Di otakku sekarang terbias tingkah laku yang semakin lama semakin ingin kupertanyakan .
Tapi lagi-lagi tak mampu ku ucapkan secara fasih ,
huruf-huruf apa yang terangkai hingga semua nya bertemakan kehidupan .

Masih banyak yang tak ku mengerti .
Termasuk kenapa perjalanan kali ini begitu memuakan ?
Ya sudah .
Segera akhiri lah .
Dan bernafas lega (lagi) .













Citra Wulandary Yunisha

Stupid Essay III - 16.20 - 17.07 ( Biarkan sore ini AKU yang bercerita.)

16.20...

lagu yang kedengeran di telinga gua sekarang,

Farah, now that you're here
Can you tell me
Exactly how I should have done?
Farah drives with her eyes closed
Do you ever
Inflict unwanted memories?

I know you
And I know it won't take you long
To make me smile.

Mew - am I wry ? No .

Mata gua ngelamun ke luar jendela .
Mencoba menyusun kalimat yang tepat untuk perasaan gua sekarang .
Mencoba menyusun dengan cerdik , bagus, dan teratur .


dan ternyata gak bisa .


mungkin gak harus butuh kata-kata yang sangat bagus untuk jabarin perasaan gua .
Karena kadang-kadang gua juga muak sama hal yang selalu terlihat bagus .
akhirnya gua mulai berfikir tentang sesuatu .
Hidup gua hari ini dan pelajaran apa yang gua dapet .

SANGAT BERSYUKUR KEPADA TUHAN .

Uda ngasih gua hidup layak .
Keluarga yang baik .
Punya banyak orang-orang yang baik disekitar gua .
bisa gua andalkan dan gua percaya .
tersadarlah gua dari bayang-bayang mereka .
Terhentak dengan bayangan apa yang seketika muncul di otak gua .
Mereka dengan muka yang tertekuk, mulutnya yang rapat terkunci kekesalan,badannya yang lelah atas kesedihan, dan mungkin mata yang mulai berkaca-kaca .

Gua emang gak pinter untuk membaca hati mereka seperti apa .
Apa yang ada di otak mereka itu apa .
Dan apa yang mereka rasain sekarang .

CUMA

gua paling gak kuat ngeliat kesedihan di hidup mereka .
Sedikit atau banyak pun kadar nya .
Serius atau enggak pun masalah yang dihadapinya .

DAN GUA MERASA MENJADI ORANG PALING TOLOL KETIKA GUA GAK BISA MEMBANTU MEREKA .
GUA MERASA JADI ORANG PALING BODOH KETIKA GUA SULIT MENGERTI PERASAAN MEREKA .
MERASA JADI ORANG YANG GAK BERGUNA KETIKA MEREKA MEMBUTUHKAN GUA DAN GUA GAK ADA .

*mulai sedikit pintar mencaci maki diri sendiri*

TERLALU MENYAKITKAN MELIHAT MEREKA SAKIT .
TERLALU KECIL GUA DIHADAPAN MEREKA KETIKA MENDENGAR MEREKA BILANG "MAAF" .

Dan gua masih gak bisa ngelakuin apapun sekarang kecuali terus berfikir .
Masih berfikir gimana caranya gua bisa membahagiakan mereka .
Mendengar tawanya ,
melihat senyumnya ,
memperhatikan cerita menyenangkannya ,
dan bahkan ada diantara nya ketika sama-sama bahagia .
MESKIPUN HARUS APAPUN YANG GUA PUNYA DAN YANG GUA BISA YANG JADI TARUHANNYA .
DEMI APAPUN GUA IKHLAS .
belajar ikhlas .
Karena gua tulus ada diantara mereka bukan untuk menambah beban tapi untuk jadi apa yang mereka butuhkan selama itu berada dalam kapasitas gua .

Berusaha menguatkan bathin untuk mereka dan berdoa yang terbaik untuk mereka .
karena,
Itu inti dari kebahagiaan gua .
"membahagiakan diri sendiri lewat membahagiakan orang lain."
gak terlau jahat kan ?
tapi mungkin gak akan ada yang ngerti .
Yaudahlah,
gua gak minta buat dimengerti .
Gua cuma minta Tuhan buat bahagiain mereka aja .
mereka itu adalah "siapapun orang-orang yang gua sayang."


A whole new world
A hundred thousand things to see
I like a shooting start, I've come so far
I can't go back to where I used to be
A whole new world with new horizons to pursue
I'll chase them anywhere
There's time to spare, let me share
This whole new world with you

Whole New World .

dan

17.07....
that's it .


There's time to spare, let me share
This whole new world with you.....










Citra Wulandary Yunisha

Stupid Essay II (Killing time with this note )

ok.
gua selesai menurunkan kacamata minus 2,75 dari muka bulet gua dan ngucek-ngucek mata uda kayak orang bego gak ada kerjaan .
dan ini pun, notes yang terbego yang pernah gua buat.
tanpa aturan.
tanpa kata-kata yang indah.
*lah prett*
tapi masih pake campur tangan perasaan *walaupun sebenarnya perasaan gak punya tangan* .

hari ini , full time *bukan full tenk* gua stay di kamar .
kamar yang isinya ternyata lebih banyak dari yang gua bayangin .
isinya bukan sekedar tentang lemari baju gua yang segede gaban *emang gedenya gaban segimana?*
bukan tentang tv yang suaranya selalu berantem sama speaker aktif yang nyambungnya ke laptop gua kalo lagi jedag jedug .
bukan tentang tempat tidur yang masih berantakan bekas gua bangun pagi jam 11 *gua rasa itu uda bukan bangun pagi* .
atau tentang beberapa kotak dan lemari kecil buat nyimpen barang-barang dan tulisan-tulisan di dinding yang menyatakan bahwa pemilik kamar ini adalah orang yang autis.

ini tentang,
segala fikiran, mimpi, teriakan,kekecewaan,dan pelampiasan gua yang terjadi di kamar ini dan mulai membayangi fikiran gua.
tentang dilema yang gua rasain,
kekhawatiran ujian yang bentar lagi dateng*ujian uda kayak tukang nagih utang aja, ditakutin klo dia dateng* ,
kangennya gua sama masa lalu,
perasaan gua yang acak adul uda kayak sayuran dipecel yang kecampur-campur antara sedih dan bahagia .
lama-lama, saking banyaknya perasaan yang belum tentu artinya,
gua bisa-bisa mati rasa dan bodo amat sama semuanya.
semua yang selama ini uda gua jalanin.

dan siapa yang tau ?
belum tentu ada yang tau tentang apa yang sebenernya gua rasain.
bukan munafik, bukan juga membohongi perasaan.
tapi memang gua kayak gini .
lebih pinter ngitung 5+5:2x35-1x0 daripada menjabarkan isi hati gua yang sebenarnya . (perbandingan yang bego) .
bahkan mungkin terkadang gua sendiri gak ngerti sama perasaan gua.
FUCK !
mulai kesel*

gua jadi inget lirik ini,

And I don’t want the world to see me
Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

(iris - goo goo dols)

yaaaah memang kayak gitu adanya gua .
dan gua ngucek-ngucek mata lagi tanda bosan sama keadaan yang kayak gini .
pengen lari dari sini,
pergi jauh.
(jogging sore sambil keliling kampus. jauh.)
tapi,
cuma hujan yang ada.
dan hujan sore ini,
mengingatkan gua banyak hal.
hal indah apa yang paling gua inget ?
Kuasa Tuhan di tiap titik airnya .
dan hal terakhir untuk menutup ocehan gua adalah.. bersyukur atas semuanya....

Seberat apapun hidup gua,ada kuasa Tuhan di dalamnya dan gua cuma harus bersyukur .
Thanks God .







Citra Wulandary Yunisha