08 Agustus 2008

When i'm Lonesome....

Ketika aku mulai merasa kesepian, enyahlah kesadaran dalam diriku sendiri. Entah siapa saja yang menghampiri aku, aku hanya ingin dia memberikan senyumnya untukku. Untuk menguatkan aku. Menyadarkan aku dari keresahan. Untuk melindungi aku dari mimpi buruk malam ini.

Aku tertusuk keheningan malam jam 3 pagi, saat airmata tak lagi dapat tertahan. Ketika mata telah lelah atas semua penderitaan. Tuhan berkata dalam lelapnya sinar-sinar malam, “Diantara tetes tangisan ada bahagia diantaranya.”

Diantara kegelapan malam dikala manusia tertidur, Tuhan tetap melindungi aku. Menyelimuti dari gerahnya dunia. Menyelimuti dari kesedihan yang ada. Menyelimuti dari kesendirian yang tak ingin kupertahankan.

…dan aku tetap berjalan dalam rel hidup yang semestinya terus membahagiakan aku. Karena doa yang aku panjatkan setiap waktu. Tapi aku sadar tak selamanya hidup ini seperti yang aku inginkan. Jika aku boleh memilih. Aku lebih baik dilahirkan sebagai anak biasa yang hidup sewajarnya. Meskipun tak punya apa-apa selain kebahagiaan. Meskipun tak mempunyai arti apa-apa selain memiliki orang-orang yang berarti dalam hidupku. Tapi kenyataan nya lain. 1 detik pun Tuhan tak kan pernah memberi makhluknya untuk kembali ke masa lalu. Tapi Dia bukanlah jahat. Dia memberikan hal terbaik untuk makhluknya, sekalipun kesedihan karena dibalik semua itu pasti Tuhan menyelipkan hikmah yang tak pernah aku sangka.