23 Juni 2010

Stupid Essay V. Ada cerita di secarik tisue UGD

Kutemukan ragaku terbaring kaku, mukaku pucat (katanya), keningnya mengkerut, mata ku berair (ya aku menangis juga akhirnya..), tanganku mengepal, mulutku rapat terkunci, sesekali mengeram, dan selang oksigen menempel dihidungku (membuatku tak nyaman). Aku ini apa sedang kesakitan? Entah karena kelelahan, maag-ku yang mengkronis sejak dulu, atau asma yang aku bawa sejak lahir. Yang aku tau aku selalu menganggap seolah-olah tak terjadi apa-apa dengan tubuhku.

Nafas kutarik ulur dengan susah payah, aliran darah kaku tak terasa, mataku entah masih mampu melihat apa, telingaku entah masih mampu mendengar apa, otakku entah masih mampu memikirkan dan mengingat apa. Yang aku bisa lakukan dengan tubuhku adalah mengeras dan sesekali mengerang menahan sakit. Kadang-kadang tersadar kadang-kadang tidak.

Lemahnya aku. Kadang terlihat sangat kepayahan. Mataku mengedip perlahan, mencari kesadaran yang aku butuhkan untuk bilang,"Demi Tuhan ini sakit sekali." tanganku kaku, terus mengepal melawan kelemahan. Terlihat sangat susah tersenyum aku rasa. Bahkan akupun terkadang berpikir bahwa tubuhku hampir mati. Nyawaku seperti dipermainkan. Tapi aku tidak akan sudi membiarkan diriku terlihat lemah dan manja.

Mungkin kali ini, tidak ada pilihan. Kesakitan melumpuhkan kekuatanku. Sepertinya harus merasa sedikit menderita untuk bertahan.
___________________________________________________

Ada seorang anak baru saja dibaringkan di sebelahku. Anak yang mungil dengan darah diwajahnya dan luka-luka ditubuhnya. Dia terjatuh dari sepeda dan terpental 15 meter jauhnya.
Astagfirulloh...
Sembari diobati, kuperhatikan anak malang itu. Anak yang manis, dia sama sekali tidak mengeluh kesakitan. Hanya keningnya saja yang mengkerut.
Itu tangannya....
Pergelangan tangannya membengkak. Entah bengkak atau patah tulang.
"Pak, saya sarankan anak bapak di rontgen agar memastikan efek benturan pada kepala dan pergelangan tangannya. Ada kemungkinan jika tidak patah tulang, pembuluh darahnya pecah di dalam."
Lalu dokter itu meminta menggerakan tangan kanan si anak malang itu.
"Bisa kau gerakkan tanganmu?"
anak itu hanya menggelengkan kepala.
Anak itu tetap diam tanpa mengeluh.
Kepala ayahnya tertunduk.
Kakaknya menghela nafas panjang.
Keadaan hening seketika.
___________________________________________________

Aku masih terbaring kaku dan masih menarik ulur nafas sembari melihat kearah anak mungil itu dengan iba.
Setidaknya aku tidak menderita sendirian.
dan mata yang lemah ini perlahan aku katupkan,
Baiklah aku ingin istirahat.

Ya aku yakin tempat tidur UGD ini tidak lebih baik dari tempat tidurku sendiri. Besi kaku dengan alas berbusa yang tak nyaman. Pantatku panas. Kepalaku pegal rasanya. Lagipula tak ada bantal dan guling. Tak ada musik. Tak ada berisik.

Kali ini hanya sayup kudengar suara seorang anak,"Papaah..Papaah.."




23 Juni 2010
Klinik UNPAD Jatinangor.

20 Juni 2010

Halo cermin.. (Monolog)

Halo cermin.
Kamu begitu baik membantu penglihatanku yang kurang tajam.
Tentang siapa aku ini.
Aku angkuh ya?
Masih banyak keburukan yang aku lakukan.
Masih saja ada egois dan merasa selalu ingin benar.
Kamu seolah berkata,
"Lihat sekelilingmu!"
"Apa? tempat tidur berantakan ini? Meja belajar yang sedikit berdebu itu? TV yang selalu kubiarkan menyala?"
"Ya. Lihat, kau selalu bilang harus mencintai kerapihan dan kebersihan. Kau selalu bilang, againts global warming, tapi kamu pembohong."
-____-
Apalagi?
"Lihat dirimu!"
"Apa? Aku yang tidak cantik? mukaku yang sayu-sayu mengantuk kelelahan? rambutku yang berantakan?"
"Ya. Kamu selalu bilang sayalah anak mama yang cantik, sayalah orang yang sibuk dengan tugas-tugas kewajiban bukan kesenangan, sayalah yang mengutamakan kerapihan, tapi kamu pembohong."
-____-
Baiklah. Apalagi?
"Lihat ke belakangmu!"
"Apa? rak buku yang tak teratur? celengan yang sudah bolong? AlQuran yang kebasahan? Sejadah dan mukena yang terletak begitu saja?"
"Ya. Kamu bilang akan rajin membaca buku, menabung untuk masa depan, membaca AlQuran dan tidak melupakan solat, tapi kamu pembohong."
-____-
Astagfirulloh. Apalagi?
"Lihat di hadapanmu sekarang!"
"Apa? hanya ada aku sendiri."
"Ya. kamu selalu mengatakan tidak akan pernah merasa sendirian dan kesepian, tapi kamu pembohong."
-____-
Oke. Apalagi?
"Lihat pikiranmu?"
"Apa? berpikir keluhan-keluhan karena aku lapar? Membayangkan esok hari dimanakah aku akan bersenang-senang? Bermimpi dapat uang banyak dan kupakai foya-foya?"
"Ya. Kamu selalu bilang jangan mengeluh dan ingatlah orang-orang yang tidak seberutung kamu, tapi kamu pembohong."
-____-
Ya Tuhan.. Apalagi?
"Lihat hatimu!"
"Apa? tentang berjuta rahasia yang aku simpan di dalamnya? tentang pernyataan-pernyataan yang harusnya aku ungkapkan, tentang kebenaran hati yang selalu kupendam selama ini?"
"Ya. Kamu selalu bilang hidup akan lebih mudah jika kita berbagi cerita, kamu juga bilang bahwa kamu harus jujur dengan perasaanmu sendiri dan tak menutupi apapun..."
"tapi ini..."
"Tapi kamu pembohong."
-____-
Aku mohon. Apalagi?
"Lihat! Kapan kamu akan berubah?"
"Sekarang dan perlahan."
"Baik. Lebih baik daripada tidak sama sekali."
Oh cermin.
Angkuhnya aku... (C)

19 Juni 2010

You would never realize it...

you'd better talk to me if you'll say goodbye
I will not forbid you to leave me
because if that is your life choice I would sincerely
just talk to me if you would really go
although I'd look strong
I won't let the important things in my life just ignore me
so just talk to me wherever you will go
so I don't feel neglected by this emptiness
at least smile as you leave
and the last message you say
can stop my tears over the fact that there
just talk to me whenever you will go
because I won't ask you to come back
I'm only asking you to take care of yourself okay
because half of my heart have you brought with you
even though you would never realize it
then save yourself
to save me
then,
you have to talk to me
if it was not me who becomes a choice in your life
I'll be brave!
and wish the best for your life... (C)

18 Juni 2010

Hidup ini, hitam dan putih.

Cahaya-cahaya itu,
seperti taburan berlian dimalam hari.
Ingin aku bercermin dari biasan lampu-lampu malam ini,
yang menerangi hidup orang jalanan yang tak berumah,
pengemis lusuh,
pengamen lampu lalu lintas,
penjual asongan yang belum juga pulang,
sepasang nenek kakek yang berbagi roti sisa di trotoar pertokoan,
kelompok anak-anak ditengah malam yang masih bernyanyi di sisi jendela mobil-mobil mewah,"Mau dibawa kemana, hubungan kita..."
para waria dengan wig dan bekas suntik silikon di dagunya yang bermodalkan kecrekan,"Kasih dong om.."
para wanita liar yang siap menggoda lelaki hidung belang yang berhenti di depannya,
mereka yang sempoyongan di jalanan tak tau arah pulang,
hingga
mereka dengan segala kekayaan nya berpesta pora sehari semalaman di bawah lantai dansa,
mereka yang menghabiskan beberapa botol untuk membuat pikirannya terasa melayang,
mereka dengan kendaraan yang melaju angkuh di jalanan kota,
mereka yang menghabiskan uangnya di hotel dalam satu malam,
orang-orang penguasa gedung pencakar langit yang mengumpulkan pundi-pundi gelap kekayaannya,
dan orang-orang yang duduk dengan tasbih di tangan nya sambil memuji nama Tuhan sepanjang malam.
Hidup ini kontras.
Rasanya ingin aku membaurkan kedua warna ini,
hitam dan putih. (C)

16 Juni 2010

Tuhan, aku mohon....

Matahari,
dikala esok pagi embun membeku di ujung daun, cairkanlah
dikala esok pagi awan masih menembal kelam,bersihkan dengan sinarmu
dikala esok pagi tubuhku terkapar kedinginan, hangatkan aku
dikala esok pagi nafasku terasa sesak, tenangkanlah
dikala esok pagi aku masih terbaring lemah,bangunkan aku dengan energimu
karena esok hari,
aku hanya ingin merasakan suhu tubuhku normal lagi
muka ku tak pucat
kepalaku tak berat
dan jantungku tak berdebar kencang
aku hanya ingin baik-baik saja
Tuhan aku mohon... (C)

15 Juni 2010

Selamat pagi mentari...

Selamat pagi mentari. Senangnya melihatmu lebih awal. Udara sejuk disekitar dan senyum orang-orang yang mengembang. Daun-daun yang berembun, Pohon-pohon yang tumbuh kokoh, bunga yang bermekaran, dan rerumputan yang subur. Setidaknya itu yang kulihat disekelilingku. Menghijau...

Pagi ini orang-orang terlihat lebih manis. Energi pagi dengan segala harapan. Mereka yang berseragam sekolah bilang,"Senangnya bisa sekolah. Kelak aku akan jadi orang pintar." Ibu setengah baya yang masih sanggup mendorong gerobak bubur itu bilang,"Ya Gusti Yang Maha Agung, lancarkan rezekiku hari ini." Tukang ojeg di pangkalan damri bilang,"Semoga hari ini dapat banyak penumpang,saya dan keluarga saya bisa makan." Tukang potong rumput di taman kampus bilang,"Ya Tuhan tumbuhkan rumput-rumput baru yang akan membuat hidup menjadi menyejukan." Pasien di klinik itu bilang,"Ya Alloh berkahi deritaku, sembuhkan sakitku." Dokternya bilang,"Semoga lekas sembuh." Mahasiswa yang berjalan pasti di trotoar pinggir jalan bilang,"Semoga ujian hari ini lancar." Orang-orang yang berlalu lalang dijalanan dengan mobil mewah ataupun motor kebanggaanya entah siapapun mereka bilang,"Semoga hari ini menyenangkan." Saya sepanjang jalan bilang,"Bismillah..semoga hari ini lebih baik." Satpam di gerbang bilang,"Hati-hati di jalan..." Hahhahaa... dan segalanya Tuhan yang berkehendak.

Pagi yang manis.... semoga hari ini akan baik-baik saja. (C)

14 Juni 2010

"FYI : SAYA LAGI SENENG SENDIRI AJA. GAK REPOT!"

"Kapan punya pacar lagi?"
"Jomblo?"
"Kita kan punya kecengan cowok, nah lo mana?"
"Kok kakak gak nyari pacar?"
"Anak mamah, udah punya pacar belum?"

blablablaaaaa.....

"FYI : SAYA LAGI SENENG SENDIRI AJA. GAK REPOT!"
jawabannya pas gak sih?
Whatever!

Orang bilang,"Eh nyari pacar tuh diliat dari pribadinya. Mobil pribadi, HP priadi, iPod plus iPhone pribadi, kantor pribadi, rumah pribadi, motor pribadi, pembantu pribadi."
Heuuuh kok kesannya jadi matre yaa?
Kakak gue bisa hubungan jarak jauh dan berlangsung lama. Istilah kerennya LONG DICK REACTION. haaaaahh! salah! LONG DISTANCE RELATIONSHIP!
Nah, sedangkan gue paling pantang yang namanya LDR.
Kenapa?
Ya gue juga gak bisa jelasin secara komperhensif yaa (uda kayak soal UAS soskom tadi pagi deh!)

"Hubungan itu bukan tentang jarak, tapi tentang kepercayaan dan saling mengerti."
IYA JUGA SIH!
(hahhaaa kesannya gak nerima.)
oke gue terima alasan itu.

Masalahnya,
Di sekeliling gue banyak orang udah punya pacar tapi masih aja ngecengin orang. Nah, KALO GUE, MANEE BISAA!
Karena buat gue, hubungan bukan soal suka sama suka.
Tapi soal menghargai satu sama lain.
TAKE AND GIVE.
Kepercayaan. (Paling penting tuh!)
dan... setia.

"Lo udah punya mantan berapa?"
Dua.
"Kok dua, yang lainnya kemanain?"
kan orang yang hubungannya gak lebih dari setahun sama gue gak akan gue bilang "mantan".
"Ckckckckckk kejam lo!"
HAHAHAHAA... Bodo amat!

"Pacar gue di Jakarta, lagi kuliah. Sekarang gue lagi jalan sama pacar gue yang di Bandung."
ckckckckkk..
Miris banget deh ngedenger cerita orang yang selingkuh, diselingkuhin,dibohongin,dikhianatin. Busseet makin parno aja gue.
Makanya wahai orang-orang yang nanya pertanyaan dibagian atas cerita ini, alasan gue gak mau buru-buru punya pacar karena GUE LAGI FOKUS KULIAH dan SENANG-SENANG "SENDIRI." Sah kan? SAH DOONG. Gue kan punya hak perogratif.
Ketika suatu saat gue punya lelaki yang bakal gue pajang namanya di label "IN RELATIONSHIP WITH....", gue cuma berharap satu. LELAKI ITU ADALAH LELAKI YANG BISA GUE BANGGAKAN.

"Nah, trus cowok yang suka lo bayangin sekarang gimana?"
Laah itu kan cuma obsesi gue. Dari mata belum tentu turun ke hati. Jadi dari pada gue sia-sia in, mending gue jadiin inspirasi buat tulisan-tulisan gue, biar gue tau kalo HUMAN IS NEVER BE THE SAME. Right?!
Kalo ada jalan nya, ya syukur! Hahahaa *tetep ngarep*

"Jadi lo maunya laki-laki kayak gimana?"
Gue maunya laki-laki yang lebih tangguh dan lebih "galak" dari gue.
Sah? SAAAAH!

13 Juni 2010

Stupid Essay IV. Meliarkan pikiran kemana aja gue mau...

Aaaah buset dah paling gak enak kalo uda kebangun jam segini. dibilang pagi, tapi belum pagi juga sih. dibilang malem, gilaa.. ini kan uda dini hari. mereka diluar sana pada ngapain yaa? pada sibuk nontonin bola? yang mereka tunggu-tunggu untuk hari ini dari 4 tahun yang lalu, biar pestapora semangat teriak GOAL menjadi momment yang menyenangkan. yaaah gue sih disini aja duduk di pinggiran jendela. mikirin apa ya gue? mau ngapain ya pagi ini? anak pengemis yang suka tidur di depan Indomart apa kabar ya? ibu-ibu yang uda mulai pergi ke pasar gimana ya? tukang angkot yang uda nyari duit dari jam segini kedinginan gak ya? pengemis yang kelayapan dihampir setiap traffic light kota Bandung bisa tidur nyenyak gak ya? nenek-nenek tunawisma di Kiara Condong tidur dimana ya? mereka semua bisa makan gak ya hari ini?

Siapa yang sangka gue terjaga malam ini. kangen banget gue sama mimpi-mimpi indah yang gue pajang di malam-malam gue dulu. meretas imajinasi jauh, perginya secepat kilat kayak supersonic. dibayangan gue ada lampu jalan yang neduhin, suara bising yang masih jarang, ketenangan yang tak terpecah keributan khas ibu kota. matahari yang gue juga gak tau masih nongkrong dimana. rasanya damai tenang menghanyutkan, air yang mengalir lemah syahdu, gemercik jatuhan gelombang merayu. mudah banget suasananya buat gue yang selalu bermimpi.

Blaaar! lamunan gue pecah. yaaaaaaaaaaaaaah padahal gue udah mulai nginget mimpi indah gue beberapa hari lalu.....jarang-jarang kan dia ada di mimpi gue. OPS!(C)

Ketika besok pagi kamu terbangun dan menemukan badanmu lemah, tersenyumlah dan berkata "Aku akan baik-baik saja."

TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis.
Iya, saya tau kamu sekarang sedang mengalami ini. Katanya, penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan kuman. Padahal yang saya tau, kamu itu orang yang kuat (kuat karena keliatannya badan kamu cukup tangguh :D ).Yang saya baca, Kuman masuk ke pembuluh darah itu dalam waktu 24-72 jam. Kemudian menyebar. Kening saya mulai berkerut, hanya dalam waktu 24-72 jam saja kamu bisa melemah karena ini. Jujur saya sedikit khawatir juga. Apalagi Thypus itu meskipun gak terlalu parah, tapi bisa sangat menderita buat orang yang senang beraktivitas.

"Males kalo sampe opname. Cape gue istirahat terus. Gue pengen kurus..."
Itu yang kamu bilang.
Yaa kalo kurusnya sama sakit gue juga gak tega sih yaa dengernya...

Padahal beberapa waktu lalu saya masih mendengar kamu bermain basket, bayangan saya tidak terjadi apapun dengan kamu.
Badan kamu panas ya?
Saya berbisik dalam hati.
Membayangkan sedang apa kamu sekarang.
Makan apa kamu hari ini.
Obat apa yang kamu minum.
Ngapain aja kamu selama kamu sakit.
Blaarr.... ngapain mikirin sampe sana?

Kamu,
ketika esok pagi kamu terbangun dan merasa kamu baik-baik saja, hati-hati dengan tubuhmu.
Kamu,
ketika esok hari tak ada lagi yang bisa kamu lakukan, berdoalah agar lusa nanti kamu membaik.
Tak usah lagi ada antibiotik Ciprofloxacin atau apapun dikemudian hari,
tak usah ada koridor menyeramkan,
tak usah ada status "pasien",
tak usah ada bau obat-obatan,
tak usah ada ada infus,
tak usah ada jarum suntik,
tak usah ada suster setiap beberapa jam,
tak usah ada tempat tidur beroda,
tak usah ada jadwal penjenguk,
tak usah.
Yang kamu butuhkan hanya udara pagi yang segar,
microfon,
stik drum,
gitar,
mungkin juga bola basket,
dan tubuh yang tangguh untuk pergi kemanapun kamu mau,
dan melakukan apapun yang kamu suka.

Kamu,
ketika besok pagi kamu terbangun dan menemukan badanmu lemah, tersenyumlah dan berkata "Aku akan baik-baik saja." (C)

Hujan di bulan Juni. masih akan aku ingat setelah hari ketujuh itu..

Hujan di bulan Juni
saat itu, aku masih ingat
aku dan mereka saling melempar canda
tawa renyah berisik segar menggoda
rutinitas yang biasa
sekalipun tidak ada lagi yang bisa kami lakukan
diluar rintik hujan di bulan Juni
malam yang berawal dari mega mendung
menyedihkan

Hujan di bulan Juni
penuh kejutan
keceriaan kebahagiaan dan rasa memiliki satu sama lain
ketika jejak hidup telah bertahun tahun terlangkahi
syukurku atas nyawa yang masih bersamaku
dan masih berada diantara mereka

Hujan di bulan Juni
rasanya aku baru saja mengenal mereka
tapi ramahnya dan lembutnya senyuman menyiratkan rindu juga
berteriak di alam bebas
senja kala burung masih mengiang
dan beberapa botol cairan sebentuk darah mereka tumpahkan diatas kepalaku
di hari ketujuh di bulan ini
manisnya kejutan itu, "Selamat ulang tahun."

Hujan di bulan Juni
dingin dibawah gelap dan dedaunan gugur terhentak titik hujan yang menderas
sepi tak ada suara
sendiri dihujam gerimis merayu
itu saja yang aku ingat tiba-tiba malam itu
hingga mereka ucapkan,"Selamat ulang tahun."

Hujan di bulan Juni
ini rasanya ingin aku tak mempedulikan bau badanku
kotor bajuku
lengket rambutku
perih mataku
dingin tubuhku
aku syukuri keberadaanku
jumlah usiaku
dan kebahagiaanku yang mereka ukir dengan kayu manis yang tak nampak

Hujan di bulan Juni
Sujud syukurku atas segala kenikmatan
Engkau berikan kebahagiaan yang terlampau indah
terlalu banyak seperti rintik hujan yang tak terhitung
rasa yang tak ternilai dengan jumlah apapun
terimakasih kalian
terimakasih untuk doa
terimakasih untuk semua pengharapan
terimakasih Tuhan

Hujan di bulan Juni
ini mawar putih, kemudian... aku ingin edelweiss... :) (C)

Tuhan. maafkan jika ini salah.

jantung saya tidak berhenti berdetak
hati saya tidak bergetar
tangan saya tidak mengepal
badan saya tidak berkeringat
dan saya tidak memutar otak untuk berusaha menyelami perasaan anda

semua berjalan sewajarnya
seperti antara saya dan anda tidak terjadi apa-apa
memang tidak terjadi apa-apa dibenak anda
tapi di benak saya, telah terjadi pertengkaran hebat antara perasaan dan kenyataan

ketika saya berada jauh dari anda
semuanya hampir mati rasa karena terlalu banyak rasa
senang dan gelisah dalam waktu bersamaan
jantung saya berdegup lebih kencang setiap ada nama anda di ingatan saya
mulut saya terkunci karena ada wajah anda di ingatan saya
baik-baik kah anda?
sedang apa anda?
baiklah sekarang saya merasa terkalahkan oleh perasaan yang belum tentu
pantaskah saya biarkan?

jika bukan karena saya mulai peduli dengan anda,
saya tidak akan terlibat pertengkaran emosi malam ini
Tuhan. maafkan jika ini salah.

jangan takut menderita satu hari atau beberapa hari, ada yang menderita lebih lama dari itu..

jangan takut menderita satu hari atau beberapa hari
ada yang menderita lebih lama dari itu
jangan takut akan kesedihan karena putus cinta
karena ada yang lebih bersedih ditinggal mati orang tersayang
jangan takut akan air mata kekecewaan
karena bukan hanya kita yang merasakan kekecewaan didunia ini
jangan takut kesakitan satu hari atau beberapa hari
ada yang kesakitan lebih lama dari itu
jangan takut terserang sakit flu, demam, atau batuk
karena ada yang menderita sakit lebih parah dari itu
jangan takut kepanasan ditengah hari
karena ada yang bekerja tak kenal panas setiap hari
jangan takut kedinginan dimalam hari
karena ada yang selalu kedinginan tapi berusaha bertahan
jangan takut kebasahan karena hujan
karena ada yang setiap musim hujan mereka kehujanan karena rumahnya yang suda tidak layak tinggal atau bahkan tidak punya rumah
jangan takut kelelahan karena tugas yang menumpuk
karena ada yang lebih merasa kelelahan karna bekerja tapi mereka tetap bertahan
jangan takut kelaparan untuk satu atau beberapa hari
karena ada yang lebih kelaparan untuk waktu yang lebih lama
jangan takut kehausan untuk beberapa jam
karena ada lebih banyak orang ditempat yang dilanda kekeringan,menderita kehausan berbulan-bulan
jangan takut tidak punya uang untuk 2 atau 3 hari karena orang tua telat mengirim uang
karena dijalanan ada banyak orang yang tidak memiliki uang sepeserpun dalam waktu yang lebih lama
jangan takut kehilangan arah pulang atau tersesat disuatu tempat
karena banyak orang tidak mampu bahkan tidak punya rumah untuk berteduh
jangan takut akan gelap karena konsletnya aliran listrik
karena ada banyak orang hidup dengan kegelapan bertahun-tahun, tanpa listrik
jangan selalu melihat keatas
lihatlah kebawah
dimana orang-orang lebih kekurangan,
lebih kehausan,
lebih kelaparan,
lebih miskin,
lebih kesakitan,
lebih kedinginan,
lebih kelelahan,
lebih kepanasan,
lebih kegelapan,
lebih menderita apapun daripada kita.
dan lebih baik bersyukur.
semoga Tuhan melindungi dan memberkahi mereka yang tak seberuntung kita.

Seikat itu aku ingat, edelweiss yang teracuhkan...

Seikat itu aku ingat
pernah aku ambil dari puncak gunung yang sangat dingin
maksudku adalah seikat ini sebuah hadiah yang tak ada dalam rangka apapun
tahun berapa itu aku lupa
sudah sangat lama rasanya

Seikat itu aku ingat
niatku kuberikan padamu sepulangnya aku
berharap senyuman itu akan datang dari wajahmu
semoga semoga

Seikat itu aku ingat
ketika aku pulang dan ada kau didepan mataku
wajahmu nyaris datar ketika kuambilkan seikat itu
lalu kuberikan dengan penuh harapan kamu akan senang
dan kamu hanya bilang , "untuk apa? simpan saja itu olehmu."

Seikat itu aku ingat
tidakkah kamu merasakan lelahnya mencapai puncak gunung itu?
tidakkah kamu merasakan kedinginan yang berlebih ketika aku mengambilnya di puncak gunung?
tidakkah kamu melihat tulusnya niatku untuk membingkai senyum diwajahmu?
tidakkah terfikirkan olehmu apa arti nya seikat ini?

Seikat itu aku ingat
tapi itu sudah lama terjadi
seikat itu masih jelas teringat dalam otakku
wujudnya dan artinya

Seikat itu aku ingat
edelweiss yang teracuhkan..

Sebenarnya tidak ada yang buruk. Semuanya hanya tentang persepsi...

Entah hanya dari perspektif saya ataupun anda.
Saya juga bingung dengan sikap saya pada anda,
atau sikap anda terhadap saya.
Saya telah berupaya menyelami, bersabar, mencoba mengerti bahwa HUMAN IS NEVER BE THE SAME.
Saya menemukan kesulitan dalam mengertikan sikap anda.
Yang selalu membuat saya dan anda selalu berselisih setiap kali berbicara bersama.
Yang selalu membuat saya dan anda selalu tidak sependapat.
Saya dan anda.
Bukan kita.
Saya mohon maafkan saya.

Saya mengikhlaskan kelakuan apapun yang membuat hati saya sedikit berat mendengarkan pembicaraan anda.
Anda adalah orang yang baik.
Mungkin orang bilang sangat baik.
Tapi baik saja tidak cukup untuk menunjukan siapa anda sebenarnya.
Yang orang lain butuhkan adalah kepekaan anda dalam bersikap.
Dalam berbicara.

Saya juga bukan orang yang baik.
Tidak sempurna.
Anda banyak memprotes saya tentang kenapa saya bersikap kurang ramah terhadap anda.
Anda sering bertanya, "Kenapa kita gak pernah bisa baik-baik?"
Saya juga bertanya balik pada diri saya,"Kenapa sikap anda begitu membuat saya bingung harus menghadapinya bagaimana.Manusia macam apa anda?"Apa saya yang salah?"

Anda tidak pernah tau bahwa saya selalu mencari waktu untuk saya dan anda berbicara tentang apa yang selalu terjadi diantara saya dan anda.
Tentang pertengkaran yang sering terjadi.
Demi harga diri saya, saya selalu berusaha menjelaskan apa yang saya rasakan setiap kali berbicara dengan anda.
Tapi saya punya SATU alasan kenapa saya tidak pernah berani mengatakannya.
Saya hanya takut apa yang saya katakan tidak berarti apa-apa di telinga anda, ketika saya mengatakan sesuatu tentang anda,anda akan menyela perkataan saya dengan kata,"Iya..iyaa.." atau pandangan anda kabur entah kemana seperti tidak memperhatikan omongan saya.

Saya tidak butuh perhatian apapun. Tidak pernah saya mengharapkan sesuatu yang baik dari tangan anda. Sebenarnya dari dulu yang ingin saya lakukan adalah berbicara panjang lebar lebih dari 10 kalimat dengan anda. Tapi saya pikir saya sudah menyerah. Karena saya telah mencoba berkali-kali. Mungkin anda juga bosan dengan sikap saya.

Sampai pada akhirnya saya relakan apapun persepsi anda tentang saya. Entah anda mau bilang saya babi, bangsat, orang yang tidak pernah menghargai anda, saya lapangkan dada saya untuk anda. Mungkin seburuk apapun persepsi anda terhadapa saya, dibalik muka saya dan sikap saya yang menurut anda mengesalkan bagi anda,saya tetap menganggap anda kakak saya yang baik.yang telah saya kenal selama setengah dari umur hidup saya. orang yang saya sayangi sebagai saudara dengan ikhlas tanpa harus mengeluh lagi dengan sikap anda. :)

Mama adalah wanita terbaik yang pernah saya punya di dunia ini...

Mama adalah wanita terbaik yang pernah saya punya di dunia ini.
Ketika 9 bulan telah, dia melahirkan saya dengan sekuat tenaga, nyawa taruhannya.
Ketika saya lahir, dia tersenyum senang dan merasa baik-baik saja.
Ketika saya bisa tersenyum di depannya, matanya berkaca-kaca bahagia.
Ketika saya bisa merangkak dan mulai berjalan, mama selalu menuntun langkah serampangan saya kemanapun saya mau.
Ketika saya tertawa, mama selalu ikut tertawa.
Ketika saya diam, mama mengkhawatirkan saya dan melakukan segala cara supaya saya bisa bersuara.
ketika saya menangis, mama menggendong dan mengelus rambut saya supaya saya tenang.
Ketika saya sakit, mama yang sedang bekerja rela meninggalkan kantor dan menjaga saya hingga saya membuka mata dan memanggil,"Mama...."
Ketika saya mulai sekolah, senangnya mama melihat saya memakai seragam TK.
Ketika umur 6 tahun botol dot saya dibuang dan saya tidak mau pergi ke sekolah, mama menenangkan saya dan berjanji saya akan baik-baik saja.
Ketika saya lulus dari TK di tahun pertama dan mama saya tahu saya masih cengeng, betapa bijak nya dia menyekolahkan saya di TK lagi untuk 1 tahun kedepan lagi.
Ketika akhirnya tahun kedua saya lulus TK, mama bilang,"Semoga kamu bisa jadi anak yang dewasa nak."
Ketika saya masuk SD, mama mengajarkan saya arti mandiri seperti apa.
Ketika saya memegang piagam pernghargaan, mama melihat saya dengan senyum bahagia dan mata yang berbinar.
Ketika saya nakal, mama menasihati saya bahwa anak nakal tidak akan punya teman baik.
Ketika mama tau saya anak yang tidak feminin, mama menerimanya dengan harapan saya akan baik-baik saja.
Ketika saya terjatuh dari sepeda, mama sedih padahal saya tidak.
Ketika saya selalu takut akan perabot kaca yang pecah, mama selalu memeluk saya.
Ketika saya murung, mama selalu menghibur dan tidak membiarkan anaknya bersedih.
Ketika saya menangis, mama ikut menangis supaya saya tidak merasa sendirian.
Ketika mama tau ada orang yang menyakiti saya, mama menyuruh saya untuk bersabar dan memaafkan setiap orang yang bersalah kepada saya.
Ketika saya marah dan merasa pendapat mama tidak masuk akal saya, mama mengalah dan berdoa yang terbaik buat saya.
Ketika mama marah dan saya bingung harus melakukan apa kecuali minta maaf, mama selalu mau memaafkan anaknya, bahkan tanpa saya minta.
Mama orang yang pemaaf, baik dan tidak pendendam.
Ketika saya kelaparan, mama yang masih bekerja mau pulang mengantarkan makanan untuk anaknya.
Ketika hujan besar, mama selalu berusaha menghangatkan saya.
ketika kepanasan mama selalu mengusap-ngusap tangan saya yang mulai kecokalatan.
Ketika saya tidur, mama selalu berdoa di telinga saya, mengucapkan harapan-harapan baik, mengecup kening saya, dan menyelimuti saya.
Ketika saya bangun pagi, mama sangat senang tapi ketika saya bangun siang, mama sedikit marah karena saya malas.
Mama bilang anak perempuan gak boleh bangun siang, nanti darah putihnya naik. :(
Ketika saya rindu kakak saya yang kuliah jauh dari saya, mama memeluk saya dan menyuruh saya mendoakan kakak saya agar masa depannya sukses.
Ketika papah tidak ada dirumah, mama selalu meminta saya menemaninya hingga larut malam sambil mengerjakan pekerjaan rumah dan kantor sekaligus dalam satu malam.
Ketika mama bersedih, saya tidak berani bertanya padanya karena saya pasti akan menangis melihat mukanya.
Ketika saya berprestasi, mama memamerkan nya didepan teman-teman kantornya.
Ketika akhrinya saya lulus SMA, mama mengkhawatirkan saya kalau saya tidak bisa memakai sepatu hak tinggi di hari kelulusan.
Ketika saya maju kedepan tribun sebagai siswa terbaik ilmu sosial dan berhasil memakai sepatu hak tinggi, mama saya tersenyum senang dan bangga.
Mama memeluk saya dan berkata,"Anak mama pintar, sayang.."
Ketika saya harus kuliah diluar kota dan mulai menjalani hidup sendiri tanpa orang tua, saya jauh dari mama.
Mama selalu bilang,"Hati-hati ya nak.. doa mama selalu."
Mama melepas saya dengan kuat tanpa air mata, padahal saya tau mama sedih.
Ketika saya kekurangan sedikitpun ketika jauh dari mama, mama selalu khawatir yang berlebihan.
Ketika saya menangis karena kangen sama mama, mama selalu berkata dengan nada yang tegar,"Baik-baik ya nak. Mama sayang anon."

Iya mah, anon juga sayang mama. Melebihi apapun yang saya punya di dunia ini.

It was only a story

dulu kukenal dia tanpa berhadapan dengan mukanya.
dia yang kutahu hanya lewat dua kata namanya,lantas aku terbius entah oleh apa.
tiba-tiba kujadikan dia obsesi yang tak beralasan yang tak harus kumiliki.
kemana dia yang setiap harinya selalu ingin ku cari.
dia yang selalu kuperhatikan jejak langkahnya, duduknya, cara bicaranya, prinsipnya, diamnya, hidupnya.
dia yang dulu selalu terlintas dalam pikiranku, sekalipun ketika aku sedang berlari menjauh.
dulu, sempat kutangisi dia di suatu puncak,di tengah malam.
membuatku mencaci maki diri sendiri atas apa yang kurasakan.
mungkin orang menyebutnya itu dengan "rasa cinta" tapi aku tak juga berani menyatakannya.
itu tabu di hidupku.
hingga membuatku tersudutkan oleh perasaanku yang tak pasti.
tak ingin mengulangi hal yang sama.
maka aku putuskan untuk meninggalkan cerita klasik itu.
cerita klasik yang orang bilang bertepuk sebelah tangan.
menyakitkan?iya..tapi ya sudahlah.
sakit bukan berarti aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi bukan?
beruntung tak selamanya berada dalam cerita klasik itu.
berusaha membebaskan apa yang menyakitkan diri sendiri dengan menerima keadaan dan berpikir kenyataan.
logika menyelamatkanku,dan perasaan itu luluh lantah entah beterbangan kemana.
yang aku tahu,aku masih bisa menyisakan senyum atas ketegaran ini.
apa aku takut bertemu dengannya?tidak.
aku masih mendoakannya.

Gak ngerti judulnya apa.....

Ini bukan tentang kehidupan itu seperti apa. Aku hanya ingin mendengarkan hidup berbicara apa. Karena bagiku terlalu naif hidup dengan berbagai macam kerangka teori. Jika X maka akan ada Y. Jika mendung maka akan ada hujan. aku hanya lelah berteori, yang malah membodohi perasaan dan pikiranku.

Aku ingin terbang bebas seperti burung. Melupakan teori-teori kehidupan yang seolah-olah melarangku berbuat kesalahan. Terkadang, aku ingin berbuat salah. Aku ingin berdosa. Aku ingin belajar arti kehidupan bukan dari mereka yang selalu benar. Mereka yang selalu berbuat kebaikan.

Aku ingin kesalahan mengajarkanku arti kebeneran seperti apa. Aku ingin keburukan mengajarkanku arti kebaikan seperti apa. Aku ingin kesedihan mengajarkanku arti kebahagiaan seperti apa. Aku ingin kekalahan mengajarkanku arti kemenangan seperti apa. Aku ingin permusuhan mengajarkanku arti persahabatan seperti apa. Aku ingin pertengkaran mengajarkanku arti kebersamaan seperti apa. Aku ingin kegelapan mengajarkanku tentang arti terang seperti apa.
dan aku ingin kebencian mengajarkanku tentang arti cinta seperti apa.

Beri aku alasan...

Beri aku alasan untuk apa aku mengenalmu
Beri aku alasan kenapa aku ingin selalu melihat matamu
Beri aku alasan kenapa kamu selalu ada dalam doaku
Beri aku alasan untuk apa aku memikirkanmu
Beri aku alasan untuk apa aku memimpikanmu
beri aku alasan kenapa aku terkadang merindukanmu
Beri aku alasan kenapa aku selalu menginginkan kamu bahagia
Beri aku alasan untuk apa aku membutuhkanmu
Beri aku alasan kenapa aku mengkhawatirkanmu ketika kamu tak tersentuh mata batinku
Beri aku alasan untuk apa aku mencintaimu

karena aku tak pernah menemukan alasan itu
Sehingga kupikir lebih baik berjalan saja sendiri
Beri aku alasan....

hanya logika yang menyalamatkanku dari semua perasaan yang menggangguku...

Angin malam ini membawaku bertemu dengan masa lalu
ingin rasanya bercumbu dengan kenangan manis
angin ini lalu bertanya padaku apa kabar aku sekarang

Apa kabar aku sekarang?

Mungkin aku merasa lebih baik,
sejak membebaskan diri dari labilnya perasaan
mungkin juga aku merasa sangat buruk,
tetapi hanya aku sendiri yang tau
Bukankah kau hanya mau tau bahwa aku baik-baik saja?

Baik,
mungkin sekarang hanya logika yang menyalamatkanku dari semua perasaan yang menggangguku
dan aku kembali bangun dari penyelaman masa lalu
bercermin,
berfikir ulang,
dan aku baik-baik saja

Melesat tanpa batas Bebas lepas Puas...

Dalam hening kuciptakan nada-nada tak beraturan
Suara-suara beritme tak pasti
dan degup-degup jantung yang terdengar pelan didalamnya

Mataku tak dapat melihat dengan sempurna
Mulutku terkunci diam
Telingaku hanya ingin mendengar lagu-lagu minor malam ini
dan otakku yang tak membiarkanku beranjak sedikitpun

Aku ini tidak sempurna
Tapi ingin pergi jauh melintasi mimpi yang tak pernah kusentuh sekalipun
Terbangkan imajinasi liar tak berarah
Gerakan khalayan kemanapun aku mau seperti gerak angin
Mengusir rasa jenuh dan membuangnya jauh-jauh
Berjalan dan berlari tanpa beban

Bernyanyilah lagu menyambut malam
Agar aku bisa mulai merangkai apapun yang ingin aku impikan
Karena pada malam-malam yang terbataslah pikiranku dapat pergi jauh
Melesat tanpa batas
Bebas lepas
Puas...

aku hanya ingin berteman dengan atmosfir tanpa cahaya....

aku tak bermaksud mengasingkan diri
aku hanya pergi sejenak melepas lelah
penat atas kejenuhan, kebisingan, keributan
aku ingin tenang
gelap
aku ingin hanya aku sendiri yang menggenggam duniaku
bukan siapapun

tak ingin tarik ulur dengan kecemasan
sudahlah, aku akhiri saja gelisah ini
perasaan yang tak kuijinkan menggangguku
tapi aku sendiri tak tau bagaimana bisa aku mengartikan semuanya?

aku terendam kegelapan
tanpa ingin merasakan putus asa
aku hanya ingin berteman dengan atmosfir tanpa cahaya
mengingat kembali memori masa lalu
membenahi jejak langkah yang salah arah
menghimpun kekuatan untuk menyadarkan kenyataan

seharusnya tak perlu menepikan hati
seharusnya tak perlu menyesalkan diri
ini takdir
Tuhan bisa berkata apapun tanpa ku ketahui
ya, aku serahkan semua padaNya

di sisi gelap ini,
aku hanya ingin ketenangan
mengendalikan emosiku
dan bernafas tanpa beban lagi

Berlogikalah aku dalam diam

Berlogika
Meraba tingkah laku
Membaca kata kata yang terdengar kaku

Berlogika
Mengatur keadaan
Mengatur perasaan

Berlogika
Mengingat idealisme
Menghilangkan ego

Berlogika
Mengusir ketidakpastian
Mencari kenyataan

Lantas
Berlogikalah aku
dalam diam
dan selalu kesusahan
Mengatur ritme perasaan
Mengatur detak jantung kegelisahan
bahkan mengatur emosi
yang aku tahu
Dia selalu terusir dengan mudah oleh rasa yang berkuasa