13 Juni 2010

Mama adalah wanita terbaik yang pernah saya punya di dunia ini...

Mama adalah wanita terbaik yang pernah saya punya di dunia ini.
Ketika 9 bulan telah, dia melahirkan saya dengan sekuat tenaga, nyawa taruhannya.
Ketika saya lahir, dia tersenyum senang dan merasa baik-baik saja.
Ketika saya bisa tersenyum di depannya, matanya berkaca-kaca bahagia.
Ketika saya bisa merangkak dan mulai berjalan, mama selalu menuntun langkah serampangan saya kemanapun saya mau.
Ketika saya tertawa, mama selalu ikut tertawa.
Ketika saya diam, mama mengkhawatirkan saya dan melakukan segala cara supaya saya bisa bersuara.
ketika saya menangis, mama menggendong dan mengelus rambut saya supaya saya tenang.
Ketika saya sakit, mama yang sedang bekerja rela meninggalkan kantor dan menjaga saya hingga saya membuka mata dan memanggil,"Mama...."
Ketika saya mulai sekolah, senangnya mama melihat saya memakai seragam TK.
Ketika umur 6 tahun botol dot saya dibuang dan saya tidak mau pergi ke sekolah, mama menenangkan saya dan berjanji saya akan baik-baik saja.
Ketika saya lulus dari TK di tahun pertama dan mama saya tahu saya masih cengeng, betapa bijak nya dia menyekolahkan saya di TK lagi untuk 1 tahun kedepan lagi.
Ketika akhirnya tahun kedua saya lulus TK, mama bilang,"Semoga kamu bisa jadi anak yang dewasa nak."
Ketika saya masuk SD, mama mengajarkan saya arti mandiri seperti apa.
Ketika saya memegang piagam pernghargaan, mama melihat saya dengan senyum bahagia dan mata yang berbinar.
Ketika saya nakal, mama menasihati saya bahwa anak nakal tidak akan punya teman baik.
Ketika mama tau saya anak yang tidak feminin, mama menerimanya dengan harapan saya akan baik-baik saja.
Ketika saya terjatuh dari sepeda, mama sedih padahal saya tidak.
Ketika saya selalu takut akan perabot kaca yang pecah, mama selalu memeluk saya.
Ketika saya murung, mama selalu menghibur dan tidak membiarkan anaknya bersedih.
Ketika saya menangis, mama ikut menangis supaya saya tidak merasa sendirian.
Ketika mama tau ada orang yang menyakiti saya, mama menyuruh saya untuk bersabar dan memaafkan setiap orang yang bersalah kepada saya.
Ketika saya marah dan merasa pendapat mama tidak masuk akal saya, mama mengalah dan berdoa yang terbaik buat saya.
Ketika mama marah dan saya bingung harus melakukan apa kecuali minta maaf, mama selalu mau memaafkan anaknya, bahkan tanpa saya minta.
Mama orang yang pemaaf, baik dan tidak pendendam.
Ketika saya kelaparan, mama yang masih bekerja mau pulang mengantarkan makanan untuk anaknya.
Ketika hujan besar, mama selalu berusaha menghangatkan saya.
ketika kepanasan mama selalu mengusap-ngusap tangan saya yang mulai kecokalatan.
Ketika saya tidur, mama selalu berdoa di telinga saya, mengucapkan harapan-harapan baik, mengecup kening saya, dan menyelimuti saya.
Ketika saya bangun pagi, mama sangat senang tapi ketika saya bangun siang, mama sedikit marah karena saya malas.
Mama bilang anak perempuan gak boleh bangun siang, nanti darah putihnya naik. :(
Ketika saya rindu kakak saya yang kuliah jauh dari saya, mama memeluk saya dan menyuruh saya mendoakan kakak saya agar masa depannya sukses.
Ketika papah tidak ada dirumah, mama selalu meminta saya menemaninya hingga larut malam sambil mengerjakan pekerjaan rumah dan kantor sekaligus dalam satu malam.
Ketika mama bersedih, saya tidak berani bertanya padanya karena saya pasti akan menangis melihat mukanya.
Ketika saya berprestasi, mama memamerkan nya didepan teman-teman kantornya.
Ketika akhrinya saya lulus SMA, mama mengkhawatirkan saya kalau saya tidak bisa memakai sepatu hak tinggi di hari kelulusan.
Ketika saya maju kedepan tribun sebagai siswa terbaik ilmu sosial dan berhasil memakai sepatu hak tinggi, mama saya tersenyum senang dan bangga.
Mama memeluk saya dan berkata,"Anak mama pintar, sayang.."
Ketika saya harus kuliah diluar kota dan mulai menjalani hidup sendiri tanpa orang tua, saya jauh dari mama.
Mama selalu bilang,"Hati-hati ya nak.. doa mama selalu."
Mama melepas saya dengan kuat tanpa air mata, padahal saya tau mama sedih.
Ketika saya kekurangan sedikitpun ketika jauh dari mama, mama selalu khawatir yang berlebihan.
Ketika saya menangis karena kangen sama mama, mama selalu berkata dengan nada yang tegar,"Baik-baik ya nak. Mama sayang anon."

Iya mah, anon juga sayang mama. Melebihi apapun yang saya punya di dunia ini.

Tidak ada komentar: