27 Desember 2010

Ya, aku percaya keajaiban itu ada...

Ini mungkin terlihat berhasil. kita sudah mampu melewati waktu-waktu dimana keadaan pernah memaksa kita untuk banyak bermimpi bahwa kita nantinya akan bersama lagi. Kesakitan sendiri, perih sendiri, bahagia sendiri, rindu sendiri, semuanya hanya bisa dipendam sendiri. Keinginan untuk melupakan, untuk melepas, untuk menyadari kenyataan kita tidak didalam jarak yang dekat seperti dulu. Ketakutannya akan hal yang sebenarnya belum dijalani sama sekali setelah semuanya berubah. Aku dan kamu. Kita.

Ya, keadaan memang telah benar-benar berubah sekarang. Aku dan kamu. Kita. Sebagian memang bukan kita yang dulu dan kita bawa ke masa sekarang. Masa yang sudah jauh berbeda dari dulu. Yang jiwanya lebih lapang menerima perbedaan, lebih sabar menerima permasalahan, lebih mengerti menerima keburukan, lebih bersyukur menerima kebaikan. Semuanya akan terasa membahagiakan jika terus seperti itu. Dan hati dari aku dan kamu lah yang seperti nya susah untuk dirubah. Mau dirubah seperti apa lagi? Kita masing-masing sudah melewati jalan nya sendiri-sendiri dan berusaha saling menjauhkan dari perasaan yang sama. Kamu dengan wanita itu, itu dan itu. Aku dengan lelaki ini, ini dan ini. Semua telah diusahakan untuk belajar mencintai pihak lain yang lebih dekat di mata dengan cara yang mudah. Dan semua berhasil berakhir dalam waktu yang singkat, tidak seperti kita dulu. Sangat lama untuk mengenal satu sama lain dan menjalin hubungan kemudian.

Mata kita telah terbuka, sayang. Aku dan kamu. Ya, kita. Lihatlah sekarang, kenyataan bahwa kita bisa bersama lagi. Menggenggam tangan dan menjaga satu sama lain. Memeluk raga dan menenangkan jiwa satu sama lain. Menatap mata dan meyakinkan perasaan satu sama lain. Berbicara dan saling menguatkan satu sama lain. Bukankah membahagiakan jika mempunyai seseorang yang mampu berjalan beriringan dengan langkah kita, mendorong dari belakang, menuntun dari samping dan menjaga dari depan? Itulah kita sekarang. Keinginan untuk selalu “saling” satu sama lain.

Aku hanya ingin menatap ke depan sekarang, menatap bersamamu, memandang bahwa dulu adalah pelajaran yang berharga yang akan dijadikan hal yang lebih baik untuk sekarang. Sekarang adalah kamu yang aku cinta dulu dan belum berubah sepetik pun dari ingatanku. Meskipun pada kenyataannya aku sempat memikirkan orang lain, tapi kenapa selalu kembali padamu? Kenapa selalu ada kamu diujung sadarku? Mungkin memang harusnya aku denganmu. Atau Tuhan yang beri kita kesempatan lagi untuk memperbaiki yang pernah rusak? Biarkanlah itu menjadi rahasiaNya.

Jadi, suatu saat ketika ada yang bertanya lagi apakah aku percaya dengan keajaiban?

Ya, aku percaya.

Karena kamu membuktikan itu.

Tidak ada komentar: