15 Desember 2010

Si Penyanyi Malam

Bernyanyilah dalam kelam
Mengukir kenangan yang telah susah payah terpendam di dasar hati
Resapilah angin malam
Setiap sendu belaian membeku didalam rasa
Jalanan, langit dan bias-bias cahaya yang meredup menyaksikanmu saat ini
Melepas masa lalu yang terbuang dalam perhatian
Lentikan jarinya memetik senar itu
Lenturkan mulutnya mengucap nada itu
Di ketidaktahuanmu itu,
ada yang selalu akan mendengar sendu itu
dan berusaha mengartikannya
ya, dia hanya mengartikannya....

Tidak ada komentar: