Merasa kekosongan pada ruang berpikir adalah petaka bagiku
Hingga tak ada lagi yang bisa aku bayangkan
Yang mampu aku gambarkan
Bisikan angin pembawa rindupun rasanya tak bisa aku dengar
Belahan hati mana yang tertusuk, bocor, dan membuatnya tak bernyawa?
Rasanya untuk itu pun aku tak bisa merasa nya sedikitpun
Kemana rasanya?
Pergi kemana asa nya?
Bersembunyi dimana khayalnya?
Aku sudah diam dan tak bergerak masih saja tak datang secercah pun
Layaknya mati tanpa jejak
Deretan kata itu menguap tanpa sebab
Sekalipun aku telah membuka yang baru lembar demi lembar
Masih saja aku tak tahu apa yang akan mengisi otakku
Rasanya aku masih ingat bahwa sebilah pisau tak ada artinya dimataku
Lesatan peluru masih tak berharga dihidupku
Aku hanya butuh lahan kosong untuk bermain dengan alphabet
Tapi kenapa sampai sekarang masih kosong?
Memangnya dimana aku sekarang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar