dini hari yang lalu di bulan puasa ini, mama yang biasanya bangun lebih dulu sekitar jam 3 pagi, kemarin bangun lebih telat, sekitar jam setengah 4 pagi. semalaman, mama kelelahan.
beliau adalah wanita karier yang setiap harinya pergi bekerja jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore. sepulangnya dia langsung menyiapkan makanan untuk makan malam, ataupun berbuka untuk bulan puasa ini. setelah menyiapkan makanan, mama duduk di sofa putih mengurusi dokumen-dokumen kantor maupun urusan RW. kebetulan tahun ini, papa terpilih menjadi ketua RW di kompleks rumah. jadi mama menjadi sekertaris pribadi yang selalu setia menghandle urusan-urusan kerukunwargaan. sampai malam, ketika mama kelelahan dan mengantuk mama sering bilang pada saya, "Nak, tidur 5 menit ya.." saya cuma bisa mengiyakan dan mengerti bahwa kata "5 menit" baginya adalah lebih dari sejam. itu hanya makna khiasan. tapi biarlah, mama sudah terlihat kelelahan.
di tengah hari ketika waktunya saya tidur, saya sering mendengar sayup-sayup mama mengetik di komputer dekat kamar, atau suara air bak menyala, atau suara mesin cuci sedang spinning, bahkan penyedot debu yang sedang mama mainkan dari sisi rumah ke sisi yang lain. ternyata, pada tengah malamlah mama membereskan seluruh kebutuhan rumah sampai piring dan benda-benda kotor lainnya, hingga dini hari menjelang.
di malam kemarin ketika kami akan sahur, di dalam magic jar (tempat penghangat dan menanak nasi) tinggal tersisa nasi untuk 2 porsi. "Maaf ya mama telat bangun, itu nasi buat anak-anak aja dulu, mama lagi buat nasi baru tapi belum mateng." akhirnya nasi itu kami bagi 3. untuk saya, kakak dan papa.
Alhamdulillah bisa sahur juga saya malam ini. saya makan dengan lahap, begitupun kakak dan papa. hingga kami selesai makan dan meminum suplemen yang mama berikan untuk kesehatan keluarga, nasi yang dinanak belum matang juga. mama dan ibu (nenek.red) lah yang menjadi waiting list. sampai jam 04.00, 04.10, 04.15, 04.18 dan nasinya belum juga matang. "Bu, nasinya belum juga matang." kata mama.
akhirnya sambil menunggu dan masih menunggu, mama dan ibu menyeduh semangkuk outmeal. melihat itu, saya baru sadar betapa serakahnya saya tidak bisa membagi nasi bagian saya dengan mama dan ibu. saya masih terdiam. hingga imsak menjelang...
"udah imsak nak." mama mengingatkan kami.
entah kenapa ketika mama bilang "udah imsak nak." saya serasa ingin menangis menyesal. sebegitu besarnya pengorbanan mama untuk keluarganya sampai harus merelakan sisa nasi yang tinggal sedikit lagi untuk makan anaknya dulu. tapi mama seperti tidak punya beban apapun. mama tidak protes. mama tidak mengeluh. mama tidak marah. mama malah senang.
ketika adzan subuh berkumandang, saya segera masuk kamar mandi untuk berwudlu. sebenarnya bukan karena ingin cepat-cepat berwudlu, tapi karena saya malu terlihat menangis di depan mama dan papa. makanya, saya buru-buru berwudlu sekalian membasuh muka sedih saya. Ya Alloh astagfirulloh.
selesai berwudlu, saya masuk kamar dan didalamnya ibu sedang menyelesaikan rokaat terakhir. sambil menunggu giliran solat, saya duduk dipinggir ibu dan menangis seketika. menangis mengingat mama. sedih melihat mama tidak bisa sahur hari ini, padahal saya tau mama harus bekerja. mama butuh makan. mama punya maag. saya masih menangis. cuma bisa menangis. astagfirulloh.
sampai akhirnya ibu selesai solat...
"kenapa kamu nang?"
"mama gak sahur bu. ibu juga. maaf yaa tadi nonon gak ngebagi nasinya buat ibu sama mama.maaf yaa.."
"gak apa-apa nang, insyaalloh ibu sama mama kuat. kan tadi udah makan outmeal. doain ya sama nonon semoga mama sama ibu bisa puasa hari ini."
"...."
saya belum bisa bilang apa-apa. saya masih ingin menangis. sesak di dada saya belum hilang. rasanya saya jadi anak yang tidak tau diri. rasanya mama baik sekali tidak pernah ada cacat. mama itu malaikat.
saya solat. saya masih berusaha menahan tangis, hingga 2 rokaat saya selesaikan, saya berdoa seperti apa yang ibu pinta tadi. selesai mengusap airmata untuk kesekian kali, saya keluar kamar dan menemukan mama tertidur didepan tv. saya tidak bisa lagi menahan tangis. saya peluk mama disana, saya menangis di punggung mama sambil bilang, "mama gak sahur.maaf ya mah.."
ajaibnya mama cuma bilang, "gak apa-apa nak, yang penting anon bisa makan. mama doain supaya anon selalu hidup bekecukupan nantinya,soleh,pinter,dapet jodoh yang baik buat nonon,hidup enak,amin."
"tapi kan mama kerja.." (masih nangis kayak anak gak punya balon)
"biar doain aja mama kuat ya nak! semoga puasa hari ini berkah."
mama lalu mencium kening saya dan meneruskan tidurnya.
mama,
mama,
mama,
mama itu malaikat.
mama, anon sayang mama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar