13 November 2010

aku tahu khayalan memang terkadang tak masuk akal. lantas, siapa yang peduli?

itu pantai

aku ingin berlari kesana

disana ada ombak, matahari senja diujung laut, bulan yang menyaksikan ombak menepi, bintang yang bertaburan lebih dekat

aku ingin duduk di pinggirnya

merasakan pasir berbisik berhamburan

menarik nafas panjang melegakan

berpikir untuk membuat negeri impianku disana

bukankah menyenangkan bisa tinggal bersama putri duyung yang cantik dan dewa laut tampan?

setiap hari aku akan berhiaskan mutiara dan bertahtakan kerajaan kerang raksasa

tapi, pangeran pun aku belum punya

itu gunung

aku ingin mendaki kepuncak

hawa dinginnya, suara alamnya, udara bebasnya, menyenangkan !

disana aku ingin berteriak kencang

lepaslah beban yang tertahan

dan mendaki lagi

berjalan melewati lorong pepohonan menjulang, semak belukar, bau tanah basah

biar begitu jalannya

aku serasa berjalan dengan satu arah tujuan tanpa penunjuk arah

andai kaki ini bersayap, terbang saja aku sampai puncak

itu tebing tinggi

aku ingin kesana

bermain paralayang, terbang ke awan, melintasi pelangi yang melingkar,

berjalan sebentar saja disana

siapa tahu aku bertemu putri hujan

lalu aku terbang lagi, menembus batas angkasa, mencuri satu bintang terkecil dan kuselipkan di benakku

kuharap akan selamanya bintang itu hidup

sekalipun ketika aku sampai di daratan

akankah bintang itu hidup?

ini udara lepas

aku melepaskan bias bayang-bayang mimpi

meliar bak angin petang

biarkan dia pergi kemanapun

aku tahu khayalan memang terkadang tak masuk akal

lantas, siapa yang peduli?

bukankah mereka selalu bilang tak ada yang tak mungkin?

jika mengkhayal memang tak masuk akal

maka aku adalah orang yang tak berakal

dan... rasanya aku memang ingin tak peduli

Tidak ada komentar: