Tuan,
Rasanya engkau jauh sekali tuan
Hilanglah wujudmu dari pelupuk mataku sejak lusa lalu terbenam
Tuan,
Engkau tak antarkan apa-apa padaku
Hanya sekali dan air mataku kita berucap
Selebihnya kau diam dan aku diam
Sungguh, kau tak antarkan apa-apa
Hanya suka cita yang ku rahasiakan
Tuan,
Begitu gamblangnya kutunjukan lemahku, burukku, rapuhku
Dan kau masih mau mengusap air mataku
Tuan,
berdiri dimanakah engkau sekarang?
Bersama wanita mana engkau hari ini?
Bahagiakah engkau?
Kuharap, tuan
Tuan,
Tak mampu aku memintamu menyentuh rasaku
Rasamu terlalu sulit ku rengkuh
Langkahmu terlalu luas
matamu cukup tajam
Aku tak kuasa mendekat
Tuan,
Aku merindukanmu(C)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar