16 Februari 2010

Dia menari-nari ditengah kehidupan malam, tapi bukan wanita jalang. .

Dari kejauhan dia menembus lampu-lampu malam tengah kota .
Tenang dalam keramaian .
Bisu dalam keributan kehidupan malam .
Seperti dia memiliki dunianya sendiri .
Acuh tak acuh .

Kakinya menapaki langkah renta hingga menepi .
Terdiam dan terduduk .
Lunglai .
Lalu menggelar tikar biru lusuhnya .
Badan nya menari-nari tanpa irama dengan mata sayu .
Wajah keriput .
Baju hijau bernoda .
Dan tak ada harta berharga dibawanya .
Lantas menarilah dia dalam kebisuan ,
hingga tempat tidur malam ini disiapkan sedemikian rapi .

Menari-nari .
Terdiam .
Dan tiba-tiba menyentak .
Lalu tak acuhkan orang sekelilingnya lagi .
Lantas dia menikmati *lagi* dunianya sendiri yang dia bangun tanpa seorangpun peduli .

Tertawa dalam malam .
Menari-nari dalam malam .
Teriak dalam malam .
Menangis dalam malam .
Termenung dalam malam .
Tertidur ditepian trotoar malam .
Dan aku merenungkan itu saja hingga sulit terlelap .
Siapa orang lain yang peduli ?

Tidak ada komentar: