16 Februari 2010

12 Tepat .

Gelap .
Cuma kunang-kunang,
dan mulai terkalahkan lampu kota .
Tak ada .
Tak ada yang bisa mendengar lagi,
dan suarapun mulai mengecil .
Suara lembut .
Suara yang lebih senang di dengar,
di dengar Tuhan .
Iya .
Hanya Tuhan yang tahu .
Suara, apapun .
Sekalipun teriakan sesak,
yang tertahan .
Tertahan , di rongga hati .











Citra Wulandary Yunisha

Tidak ada komentar: