01 Agustus 2010

mengapa tak kau padamkan saja terang bulan itu sekalian?

maaf,kali ini aku tidak pintar bermain kata
aku hanya merasa bodoh memperhitungkan perasaan
meskipun aku tahu perasaan tidak bisa bermatematika

hei!bukankah aku sudah bilang,
terlalu banyak rasa yang tak tentu itu bisa buat aku mati rasa.
masih saja aku tak mengerti!

yang benar saja harus tetap kau biarkan aku berdiri di simpang putih atau hitam,kiri atau kanan,panas atau dingin,siang atau malam,maju atau mundur,bahkan madu atau racun?!

mengapa tak kau padamkan saja terang bulan itu sekalian?

Tidak ada komentar: