06 Januari 2010

Bersama cahaya lilin, diujung koridor itu aku mencoba melupakan apa yang ingin kulupakan...

Melepaskannya, berarti melepaskan mimpi-mimpi bodoh selama ini .
Dan aku ingin terbebas dari itu .
Dari tekanan yang menyurutkanku untuk menerima kenyataan yang pahit .
Pahit .
Tapi lebih baik begitu .
Lebih baik melepaskan diri dari kenyataan yang pahit ,
daripada hidup berpura-pura dan lari dari kenyataan .

Satu cahaya lilin yang tak kuabaikan ada di depanku,
terduduk diujung koridor saat itu,
memejamkan mata,
terdiam sejenak .
dan aku berharap melupakan kenyataan pahit yang hampir membunuh mata bathin ku .
Dalam hati kunyatakan perasaanku pada Tuhan .
Kenapa harus aku yang menangis tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang menunggu tanpa arti ?
kenapa harus aku yang berharap tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang berkorban tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang bermimpi tanpa arti ?
Kenapa harus aku yang menyakiti diriku sendiri ?

Waktu memudarkan segalanya .
Seperti api ini memudarkan lilinnya .
Aku tau .
Selalu waktu yang bisa menyembuhkan sakit ini .
Kesakitan yang tak pernah terlihat .
Kenapa harus aku ?
iya , kenapa ?

Baiklah,
memang ini jalanku .
Tuhan tau yang terbaik untukku...

Tidak ada komentar: